Diupdate pada 5 Juli, 2024 4:18
Tayang Jum’at,(05/07/2024)
Lamandau-Borneoindonesianews.com,-
Pj Bupati Lamandau Dr. Dra. Lilis Suryani,M.M.,M.M,RS. telah mengirim pernyatatan permohonan maaf Kepala Desa Mekar Mulya,”dengan isi pernyataan : Untuk menjaga kekondusifan daerah dan agar tidak terjadi kesalahpahaman, pemerintah desa Mekar Mulya Kecamatan Sematu Jaya Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah akhirnya merobohkna dan menghancurkan patung warok yang berdiri di tugu selamat datang desa mereka.

Perobohan dilakukan dengan cara ditarik menggunakan tali dan truk kamis (04/07/2024) siang kemarin. Patung yanag dibnagun dari PADes tersebut rencananya akan diganti dengan simbol nasional atau ornamen dayak.
Kepala Desa Mekar Mulya, Herlangga Triatmaja Hadiwijaya saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa pembangunan patung tersebut berawal dari hasil musyawarah Desa. Bahwa di Desa tersebut memiliki dua paguyuban kesenian tradisional yang cukup terkenal yakni paguyuban krido laras (Kuda Lumping) dan paguyuban wahyu manunggal rahayu (warok).

” Atas kebanggaan kami dengan kesenian Tradisional masyarakat tersebut dan kedua paguyuban tersebut juga sudah lumayan terkenal sehingga kami bermaksud membangun dua patung yang melambangkan kedua kesenian tersebut sebagai ikon Desa, yakni kuda lumping dan warok, ” Jelasnya.
Namun kemudian ada salah seorang yang melintas dan membuat video, lalu diposting dengan narasi yang cukup provokatif . Sehingga muncul kesalahpahaman yang menganggap bahwa patung tersebut adalah simbol suku tertentu yang pernah berkonflik di Kalimantan.
” Padahal itu adalah warok , kesenian dari daerah Wonosobo, Jawa Tengah. Karena kebetulan sebagian besar warga kita adalah pendatang Transmigran asal Jawa Tengah, ” Tuturnya.
Ia berharap hal ini bisa dipahami dan tidak disalah artikan agar tidak menimbulkan konflik sosial ditengah masyarakat Kalimantan Tengah ynag majemuk. Untuk itu berdasarkan hasil rapat desa pula, diputuskan patung tersebut dirobohkan bersama-sama.
” Kami minta maaf jika ada yang salah faham. Karena tidak ada maksud sedikitpun dari kami untuk menyinggung, kami disini juga selalu menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya daerah, serta terus melestarikan kesenian Tradisional dari nenek moyang yang diwariskan secara turun temurun, ” Tambahnya. (Mex) penjelasan kades, supaya tidak ada kesalah pahaman.
Menurut salah satu tokoh mantan anggota DPRD Lamandau,sebelumnya sudah di ingatkan oleh berapa orang ga,usah di dirikan patung tersebut,nanti malah buat salah penapsiran,berakibat patal dari sudut pandang orang.
Camat Semtau Jaya saat di konfirmasi terkait patung tersebut tidak merespon sampai berita ini tayang.seharusnya seorang Camat dan selaku pimpinan harus tanggap cepat demi keamanan KATIPMAS,itu sendiri,malah Pj Bupati Lamandau Lilis Suryani yang cepat tanggap,memberikan informasi ke media.
(Robet T. Silun/Pemred-BI)






