Diupdate pada 19 April, 2025 8:04
Tayang Sabtu, (19/04/2025)
Puruk Cahu-Borneoindonesianews.com,- Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah Kecamatan Permata Intan mengalami banjir yang berangsur surut, kini banjir luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito terjadi penumpukan di Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya, Halini dikemukakan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Murung Raya, Fitianul Fahriman yang didampingi Sekretari Daerah (Sekda) Murung Raya Hermon, Sabtu (19/04/2025).
Karena Dengan adanya penumpukan air banjir tersebut dan banyak rumah warga yang tenggelam, sehingga pihak BPBD Murung Raya telah mendirikan posko dan dapur umum makan gratis guna membantu dan meringankan beban warga yang rumah tengah dilanda banjir, akibat luapan DAS Barito.
Maka Selain itu wilayah Desa yang masih dilanda banjir, yakni Desa Dirung, Malasan, Desa , Desa Penyang, Desa Batu Putih, Desa Mangkahui, Muara Untu, Desa Danau Usung, Desa Juking Pajang, Kelurahan Beriwit, Hungan, Desa Muara Laung, Desa MuaraTuhup, Desa Makunjung, Desa Cinta Budiman.
Kemudian para warga Desa Dirung dan Desa Malasan sebagian warga telah mengungsi ke tempat – yang lebih tinggi untuk menghidari air banjir , dan warga yang terkena banjir juga telah disopport serta pihak BPBD telah mendirikan dapur umum srlama 3 hari ini berjalan, disiapkan makan gratis dan Tenaga Kesehatan (Nakes) serta menyalurkan logistik kepada masyarakat Desa selama terjangan banjir kepada Pj Kades dan Sekdes.
Sedangkan Desa Penyang dan Batu Putih pihak BPBD Murung Raya juga mendirikan posko guna memantau ketingian air banjir di kecamatan Murung serta melihat kondisi kesehatan warga, kalau ada yang sakit. Sementara dikelurahan Beriwit juga didirikan pisko dan juga dapur umum untuk warga yang tengah dilanda banjir.
Sekda Murung Raya mengatakan kepada warga, bahwa ia sangat prihatin dengan keadaan warga yang tinggal dibantaran sungai dan rentan diterjang banjir, api intesitas hujan sangat tinggi membuat wilayah Desa pada dataran yang rendah, jika memungkinkan bagi masyarakat Desa secara berangsur mencari daerah yang lebih tinggi untuk menghindari banjir yang kerap melanda pemukiman warga.
(H.Helmi)
Editor Utama : Robet T. Silun






