Jalan Tanjung Jorong Rusak Parah Pemerintah Seakan Tutup Mata

Diupdate pada 1 Mei, 2025 11:26

Tayang Kamis, (01/05/2025)

Tanjung Jorong-Borneoindonesianews.com,- Salah satu ruas jalan yang menghubungkan Desa Tanjung Jorong-Desa Merah atau sebelum Desa Merah dari arah hilir kampung Tanjung Jorong menuju Desa Merah sudah tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Salah satu penyebabnya yang fatal adalah jembatan sungai Salabutan yang berlobang cukup besar akibat curah hujan yang tinggi sehingga saat ini tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda 4, hal ini menjadi sorotan yang dikeluhkan warga masyarakat Desa Tanjung Jorong agar diperhatikan oleh pemerintah Desa maupun pemerintah kabupaten kota dan pihak perusahaan sekitar sehingga mereka meminta awak media untuk meliput berita ini agar menjadi perhatian semua pihak.

Jalan mulai kembali rusak parah terhitung sejak awal April 2025 hingga sampai saat ini Rabu 30 April 2025 terang Mulyadi kepada awak media Borneo Indonesia news, saat diwawancarai disampit pada Pukul 04.00 sampai dengan 05.00 WIB .

Ketua Dewan Pengurus Ranting Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kecamatan Tualan Hulu Mulyadi angkat bicara terkait lambannya Perbaikan akses jalan darat yaitu jalan desa Tanjung Jorong yang rusak parah sejak 2022,beliau menilai bahwa bertahun-tahun harapan masyarakat adat kami masyarakat desa Tanjung Jorong Jorong Kecamatan Tualan Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, mengharapkan akses jalan kami keluar masuk desa menuju desa merah dan menuju ke kecamatan sangat penting demi perkembangan ekonomi,sosial dan kesehatan warga masyarakat Tanjung Jorong yang kini terisolir seperti dianak tirikan, sering diusulkan guna diperbaiki namun entah kapan pemerintah memperbaikinya.

Warga mengeluhkan kondisi kerusakan jalan yang cukup parah ini karena warga sangat kesulitan melewati jalan ini menuju ibu kota kecamatan dan desa tetangga seperti desa Merah guna berbelanja atau keperluan lain seperti berobat ke puskesmas ketika sewaktu-waktu warga kami mengalami sakit atau hanya sekedar berbelanja kebutuhan sembako sehari-hari atau bekerja keluar.

Spot jalan yang rusak ini bervariasi yaitu jalan menuju Desa Merah sekitar 2 Kilometer dan jalan menuju Gunung Makmur sekitar kurang lebih 1,5 kilometer serta Jembatan sungai salabutan mengalami rusak parah dan Sebuah jembatan sebagai penghubung menuju Luwuk Sampun yang merupakan kecamatan juga alami rusak parah sehingga tidak bisa diakses ujar”Mulyadi.

Akses jalan ini vital bagi masyarakat, khususnya untuk akses pertanian dan perdagangan karena menghubungkan 3 desa, desa Merah, desa Luwuk Sampun dan desa Gunung Makmur.

Ketua DPR TBBR Kecamatan Tualan Hulu Mulyadi juga berharap Perhatian serius dari Pemerintah Desa Tanjung Jorong agar Jalan menuju Desa Merah yang diberi nama Jalan Tamanggung Singam ini segera diperbaiki demi kelancaran aktivitas warga, beliau menyampaikan bahwa bertahun-tahun harapan kami masyarakat desa tanjung jorong mengharapkan akses jalan kami segara diperbaiki namun sampai saat ini tak kunjung direalisasikan bahkan sampai jembatan Sungai Salabutan tidak bisa kita lewati lagi dan kini desa tanjung jorong untuk sementara lumpuh total, kalaupun dipaksakan untuk dilewati akan sangat berbahaya bagi pengendara motor dan mobil,bisa saja ini menimbulkan kecelakaan ” kata Mulyadi.
Beliau juga menyayangkan Pihak ketiga melalui Corporate Social Responsibility (CSR) yang kurang responsif kepada kepentingan masyarakat sekitar kebun karena ada beberapa perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit disekitar desa ini seperti PT ADS,PT HSL, PT BUM dan PT KMB dan TTL yang seharusnya kedatangan mereka para investor ini membawa dampak Positif untuk kemajuan desa sekitar perusahaan, ujar “Mulyadi.

Sambungnya, besar harapan kami DPRD memfasilitasi kepada Pemerintah maupun mendorong PBS yang beroperasi disekitar desa tersebut memenuhi kewajiban mereka dengan baik supaya Keinginan masyarakat desa Tanjung Jorong agar dipercepat penanganan perbaikan jalan didaerah kami ini tolong ditekankan semua perusahaan sekitar maupun pemerintah agar bisa bantu kami keluar dari masalah ini karena ini menyangkut kepentingan umum dan juga nyawa,tutup Mulyadi.

Penulis Wartawan BI (Bidik)
Editor Utama : Robet T.Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews