Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Warga III Koto Aur Malintang Minta Perhatian Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman Lakukan Perehapan RTLH.

Diupdate pada 1 Mei, 2025 1:15

Tayang Kamis, (01/05/2025)

Padang Pariaman-Borneoindonesianews.com,-
Setiap orang pastinya ingin memiliki rumah idaman yang nyaman ditinggali keluarga. Namun masih banyak masyarakat Indonesia yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTHL), seperti yang dialami oleh Ali Mardoni, Warga Korong Durian Basi, Pulai Tinggi Dusun Koto Panjang, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan IV koto Aur Malintang , Ali harus menempati rumah yang tak layak untuk dihuni, yang beratap Terpal, berlantai tanah dan berdinding kayu.

Kepala keluarga yang memiliki tiga (3) orang anak ini beserta dengan istrinya, Erina Wati harus berteduh dirumah dengan kondisi sangat memperihatinkan lantaran keterbatasan ekonomi.

“Hasil pantauan Wartawan, rumah nya tersebut berlantaikan tanah dan tak memiliki kamar, serta sebagian hanya berdindingkan kayu, dan beratap terpal, Kamis, (01/05/2025).

Bapak yang mengaku bekerja sebagai buruh harian lepas dengan hasil tak menentu tersebut mengaku selama ini menempati rumah dengan kondisi yang memperihatinkan seperti itu.

Jika hujan datang, air hujan akan masuk kedalam rumah, karena sebagian berdindingkan kayu yang sudah lapuk, dan beratap terpal,” Kata Ali dan Erina saat diwawancarai wartawan.

 

Untuk dari itu, dengan kondisinya seperti itu, Ali dan Erina menaruh besar harapan agar Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dapat memberikan bantuan rumah layak huni.

“Kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, besar harapan saya agar dapat memperhatikan kondisi rumah saya ini dan memberikan saya bantuan rumah layak huni,” Harapnya.

Sebab selamat ini tidak ada perhatian, baik dari Wali Korong maupun Wali Nagari setempat.

(Z/Korwil Sumbar)
Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews