Diupdate pada 18 Juni, 2025 7:58
Tayang Rabu, (18/06/2025)
Taneh Karo-BorneoIndonesianews.com,-perusahaan Otobus P.O Sinabung Jaya yang beralamat di gang usaha tani, jl. Veteran Berastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, mulai di rintis oleh Reti Sembiring Gurukinayan yang di lahir pada Tahun 1904 di kampung Gurukinayan yang letak nya persis di bawah Gunung Sinabung Kecamatan Payung Kabupaten Karo.
Reti Sembiring Gurukinayan yang buta aksara tapi kemauan kerasnya untuk mewujudkan cita-cita nya semasa muda secara otodidak dapat membaca dan berhitung melalui karirnya sebagai kernek Bus/Truck dan menjadi Supir di jaman penjajahan Belanda Tahun 1940-1945.
Pada tahun 1940 Reti Sembiring Gurukinayan dan Saudaranya Jemat Sembiring Gurukinayan kembali membeli Truck chassis di daerah Tanah Karo yang di sebut juga dengan mobil Kope, yang pada saat bersamaan Saudaranya Ngasami Sembiring Pandia yang berasal dari Desa Payung juga membeli Mobil yang sama dalam kondisi Baru.
Pada Tahun 1946, Bus yang mereka miliki bergabung dengan Perusahaan Otobus Maspersada yang artinya ( Emas di persatukan ) yang di pimpin oleh Raja Oekum Sembiring Meliala yang berasal dari Kampung berastepu, bergabung dengan Maspersada terpaksa dilakukan karena pada waktu itu bahan bakar sulit untuk dibeli, sehingga dengan masuk Maspersada maka secara otomatis akan mendapatkan jatah bahan bakar untuk menunjang operasional Bus Mereka.
Pada Tahun 1947 yaitu Agresi Kedua Belanda, karena situasi Keamanan tidak menjamin keselamatan penduduk, maka Bus peti sabun yang sudah mereka jual sebelumnya mengungsi kehutan disekitar Aceh Tenggara, sedangkan mobil Truck chassis di pinjam oleh Belanda untuk mendukung Agresi Belanda ke daerah kota cane Aceh tenggara di kemudikan oleh Tabas Surbakti, akan tetapi karena Tabas Surbakti merasa terancam jiwanya di daerah operasi Belanda di Aceh Tenggara, Tabas meninggalkan Truck tersebut di perbukitan wilayah Aceh tenggara, yang akhirnya hilang tak berbekas.
Sepulang dari mengungsi pada awal tahun 1948 keluarga Reti Sembiring Gurukinayan kembali ke kampung Gurukinayan dan membuka Kembali kedai kopi nya, Reti Sembiring Gurukinayan bekerjasama dengan Saudaranya Negeri Sembiring Gurukinayan dan Batak Bangun kembali membeli Truck dan beberapa waktu menambah lagi 2 unit, dan di pergunakan untuk mengangkut barang hasil pertanian sampai ke pematang Siantar yang di supir oleh Negeri Sembiring, sedangkan dari pematang Siantar dibawa barang kelontong dan di jual di sekitar Gurukinayan sampai ke tiga nderket sekitarnya.
Bus yang lain beroperasi untuk trayek pasar ke pasar yang dikemudikan oleh Reti Sembiring Gurukinayan beserta adik nya, yang stasiun nya pada saat itu di berastepu, sedang kan yang dikemudikan oleh Tabas stasiun nya di Gurukinayan, akan tetapi tidak berlangsung lama karena situasi belum kondusif, karena ada orang atau kelompok yang ingin mencuri mobil-mobil tersebut maka beliau mengungsi ke Berastagi, dan usaha kesehatan kopi nya di teruskan oleh Musim Ginting.
( Edy )
Sumber : Bus Sinabung Jaya






