Diupdate pada 26 Agustus, 2025 7:49
Tayang Selasa, (26/08/2025)
Puruk Cahu-Borneoindonesianews.com,- Provinsi Kalimantan Tengah Kabupaten Murung Raya, Pemkab Mura terus menerus memperkuat strategi percepatan penurunan angka stunting dengan melibatkan pemerintah desa sebagai ujung tombak dalam kegiatan Rembuk Stunting dan Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Gedung B, Senin (25/08/2025).
Sekretaris TPPS Murung Raya, Lynda Kristiane, menurutnya setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah memaparkan program dan anggaran yang diarahkan pada penanganan stunting, termasuk adanya sosialisasi dari Kementerian Dalam Negeri terkait peraturan presiden terbaru mengenai program percepatan penurunan stunting.
Kemudian Sekretaris TPPS Kabupaten Murung Raya telah menetapkan 15 desa sebagai fokus stunting dengan intervensi lintas sektor. OPD terkait turut turun langsung, mulai dari pembangunan sarana EBC, pemberian edukasi pertanian, hingga bimbingan teknis untuk masyarakat. Selanjutnya dengan strategi yang semakin terarah, pemerintah daerah optimistis Murung Raya bisa menekan angka stunting hingga level terendah.
Intervensi ini mulai berjalan sejak Januari 2025 seiring rampungnya penyaluran DPA ke masing-masing OPD. Angka stunting di Murung Raya berhasil turun signifikan dari 21 persen menjadi 15 persen pada 2025. Meski demikian, Lynda mengakui masih ada tantangan di lapangan, terutama rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti edukasi.
“Harapan kita ke depan, tidak ada lagi anak di Kabupaten Murung Raya yang mengalami stunting, Strategi kita yang paling mumpuni saat ini adalah memberdayakan masyarakat desa, karena di desa tersedia anggaran yang cukup baik dari dana desa (APBN) maupun dari ADD. Dengan memperkuat pemerintah desa, kita bisa langsung menyentuh masyarakat,” tegas Lynda.
(H.Helmi)
Editor Utama : Robet T. Silun





