Diupdate pada 9 September, 2025 7:19
Tayang Selasa, (09/09/2025)
Puruk Cahu-Borneoindonesianews.com,- Provinsi Kalimantan Tengah Kabupaten Murung Raya, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Murung Raya sekaligus Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), menggelar seminar pencegahan stunting dengan bertemakan “Pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), Kunci Cegah Stunting” yang digelar di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Murung Raya, Senin (08/09/2025).
Pada kesempatan ini, Lynda menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi perlu keterlibatan semua pihak, terutama kaum ibu. Menurutnya, 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) merupakan masa emas yang sangat menentukan tumbuh kembang anak.
Selain itu ia juga mengatakan bahwa fenomena stunting tidak hanya terjadi di pedesaan, tetapi juga ditemukan pada anak-anak dari keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN). Rencana agar organisasi wanita, khususnya PKK dan Dharma Wanita, berperan aktif melakukan pendataan balita di setiap desa dan kelurahan. Data ini nantinya akan menjadi dasar intervensi, baik berupa bantuan pangan tambahan, susu, maupun pendampingan pola asuh.
“Memberi makan anak agar sehat bukan pekerjaan mudah, butuh konsistensi bertahun-tahun. Karena itu saya mengajak ibu-ibu semua, tidak hanya memperhatikan anak sendiri, tetapi juga anak tetangga dan masyarakat sekitar. Anak adalah aset negara yang wajib kita jaga bersama, saya tidak ingin ada lagi anak-anak ASN maupun masyarakat kita yang mengalami stunting. Semua organisasi wanita harus menjadi agen perubahan, agen pencegahan stunting di keluarga maupun lingkungan,” tegasnya.
Seminar ini menghadirkan narasumber dari kalangan tenaga kesehatan, termasuk dr. Hanifah yang mendampingi langsung dalam penyampaian materi teknis terkait pencegahan stunting. Acara berlangsung dengan antusias, dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai organisasi wanita di Murung Raya. Lynda berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada seminar, tetapi menjadi gerakan nyata di lapangan untuk menyiapkan generasi Murung Raya yang sehat dan bebas stunting.
Kegiatan ini dihadiri oleh organisasi wanita lintas sektor, mulai dari Persit, Wara, Tim Penggerak PKK Kabupaten, kecamatan, kelurahan dan desa, Dharma Wanita OPD, organisasi keagamaan, petugas kesehatan, hingga penyuluh lapangan.
(H.Helmi)
Editor Utama : Robet T. Silun






