Waspada Bencana! 14 Wilayah Sumbar Siaga Banjir dan Longsor Seminggu ke Depan

Diupdate pada 23 November, 2025 1:44

Sumbar-Borneoindonesianews.com,-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau merilis peringatan dini gawat darurat terkait ancaman bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat (Sumbar).

Sebanyak 14 kabupaten/kota ditetapkan dalam status siaga penuh menghadapi potensi Banjir, Tanah Longsor, dan Banjir Bandang yang berlaku selama tujuh hari penuh, yakni mulai 21 hingga 27 November 2025.

Ancaman serius ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang masif. Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, menjelaskan bahwa wilayah Sumbar saat ini berada di bawah pengaruh penguatan signifikan Monsun Asia.

“Monsun Asia memicu dominasi angin baratan yang membawa suplai massa udara lembap dalam jumlah besar dari Samudra Hindia,” jelas Desindra Deddy Kurniawan dalam keterangan tertulis yang diterima TribunPadang, Sabtu (22/11/2025).

Desindra melanjutkan, massa udara lembap dari samudra tersebut kemudian bertemu langsung dengan topografi pegunungan Bukit Barisan.

Pertemuan ini menciptakan proses yang dikenal sebagai orographic lifting, yang secara intens meningkatkan peluang pembentukan awan hujan.

“Kombinasi faktor ini, ditambah dengan fenomena lain seperti Indian Ocean Dipole (IOD) Negatif dan aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial, memperkuat potensi pertumbuhan awan konvektif, terutama di wilayah pesisir barat dan daerah perbukitan,” tambahnya.

Peningkatan peluang hujan ekstrem ini berdampak pada meningkatnya risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, petir/kilat, dan kondisi jalan licin.

BMKG Minangkabau meminta kesiagaan tinggi di 14 wilayah yang terindikasi memiliki potensi bencana paling besar, yaitu: Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Lima Puluh Kota.

“Masyarakat diimbau untuk selalu mewaspadai potensi bencana, terutama bagi yang tinggal di area perbukitan dan pinggiran sungai. Mohon untuk selalu memperbarui informasi cuaca sebelum beraktivitas, dan mengetahui lokasi aman apabila hujan terjadi dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama,” pungkas Desindra.

Untuk informasi cuaca serta peringatan dini Sumatera Barat dapat diperoleh melalui media sosial.

(Z/Korwil)

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews