Kolaborasi Polda Sumbar–PT Paten Mekar Tani Tanam Jagung di Padang Pariaman, Berpotensi Serap Ratusan Tenaga Kerja

Diupdate pada 8 Maret, 2026 12:46

 

Padang Pariaman-Borneoindonesianews.com,-Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Kepolisian Daerah Sumatera Barat bersama PT Paten Mekar Tani dalam program penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026.

Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya mendukung swasembada jagung nasional itu dilaksanakan di Korong Batang Gadang, Nagari Tapakih, Kecamatan Ulakan Tapakih, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (7/3/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Sumatera Barat Gatot Tri Suryanta beserta jajaran, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Dandim 0308 Padang Pariaman M. Nurman Setiaji, Kapolres Padang Pariaman Ahmad Faisol Amir, serta Chief Executive Officer PT Mekar Investama Teknologi, Pandu Aditya Kristy.

Program tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Setiap hektar lahan yang ditanami jagung diperkirakan mampu menyerap sekitar 20 tenaga kerja.

Bagi Kabupaten Padang Pariaman, program ini menjadi angin segar di tengah upaya pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana banjir dan longsor yang melanda daerah tersebut beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Bupati John Kenedy Azis mengungkapkan bahwa dirinya menerima informasi dari para niniak mamak mengenai ketersediaan lahan terlantar yang cukup luas dan berpotensi dimanfaatkan untuk pengembangan program tersebut.

“Alhamdulillah, tadi saya mendapat informasi dari niniak mamak bahwa di wilayah kaum mereka terdapat sekitar 100 hektar lahan yang selama ini menganggur. Dalam waktu dekat kami akan melakukan pengecekan dan melaporkannya kepada Pak Kapolda untuk kemudian dikoordinasikan dengan pihak PT Paten Mekar Tani,” ujarnya.

Menurutnya, potensi lahan tersebut sangat strategis untuk membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat bencana alam.

Ia menyebutkan, pasca banjir dan longsor diperkirakan sekitar 500 hingga 600 warga kehilangan mata pencaharian karena lahan tempat mereka bekerja rusak atau hilang.

“Jika satu hektar lahan dapat menyerap sekitar 20 tenaga kerja, maka untuk menampung sekitar 500 pekerja hanya membutuhkan sekitar 25 hektar lahan. Sementara informasi yang kami terima, ada sekitar 100 hektar lahan yang berpotensi untuk dioperasionalkan,” jelasnya.

Bupati menilai kolaborasi antara Polda Sumatera Barat dan PT Paten Mekar Tani menjadi harapan baru bagi masyarakat terdampak bencana sekaligus membantu mempercepat pemulihan ekonomi daerah.

“Ini tentu sangat membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Sejak banjir dan longsor terjadi, yang selalu saya pikirkan adalah bagaimana nasib masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Dengan adanya kerja sama ini, kekhawatiran itu sedikit demi sedikit mulai terobati,” ungkapnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan pihak swasta tersebut dapat terus berlanjut sehingga tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendorong pemulihan ekonomi masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman.

(Kominfo/Meihizra)

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews