Diupdate pada 16 April, 2026 1:01
Tayang Kamis, (16/04/2026)
Tebo-Borneoindonesianews.com,-Kekecewaan yang telah lama terpendam akhirnya memuncak. Seluruh aliansi pemuda, masyarakat di sepanjang jalan jambi padang lamo menyatakan siap turun langsung melakukan aksi nyata melalui gerakan penanaman bermacam macam jenis pohon serentak, Jumat 17 April 2026.
Aksi penanaman sejuta pohon di sepanjang jalan jambi padang lamo ini, bukan sekedar kegiatan gotong royong, melainkan kecaman masyarakat terhadap kondisi jalan yang hingga kini tak kunjung mendapat penanganan serius.
“Selama bertahun tahun , masyarakat di paksa bertahanndengan kondisi jalan yang rusak perah, berlubang dan tergenang air, aspal mengelupas dan bertebing. Tak sedikit kendaraan roda dua maupun empat dan enam yang tercebak. Bahkan mengalami kerukan akibat infrastruktur yang mempriatinkan tersebut.
“, Ini bukan lagi soaal kenyamanan, tapi sudah menyangkut keselamatan dan harga diri masyarakat. Kemi sudah terlalu lama menunggu “,ujar Husni warga jalan jambi padang lamo Desa Teluk Kuali Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo yang sekaligus Ketua DPD Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo.
Gerakan ini di sebut murni lahir dari inisiatif masyarakat tampa campur tangan pihak manapun. Mulai dari anak anak hingga ibu ibu rumah tangga, seluruh lapisan masyarakat ikut ambil bagian dalam aksi ini sebagai bentuk kepedulian sekali gus protes terbuka dan sesuai dengan Hasta cita Presiden Prabowo Subianto yang sekaligus Dewan kehormatan DPP Rampas 08.Bahwa kemaslahatan umat adalah di atas segalanya.
Kami Masyarakat jalan Jambi Padang Lamo sudah muak dengan janji janji, sudah cukup kami sabar, biarlah kami sendiri yang “, menghijaukan jalan rusak ini sebagai tanda bahwa Negara seolah olah abai jalan jambi padang lamo ini”,ujar Husni.
Aksi ini diperkirakan akan menyedot perhatian luas, karena selain unik, juga sarat pesan kritik sosial. Masyarakat berharap kegiatan ini mampu membuka mata pihak berwenang agar segra turun langsung ke lokasi dan mengambil langkah konkret.
Jika tidak, bukan tidak mungkin gelombang aksi serupa akan terus berlanjut dengan skala yang lebih besar.
Pesan masyarakat jelas: jangan tunggu semua jalan rusak total, baru bergerak.
( Zul, Effendi )
Editor Utama : Robet T. Silun






