Diupdate pada 28 April, 2026 8:11
Tayang Selasa, (28/04/2026)
Pekanbaru. Borneoindonesianews.com-Menghadapi ancaman musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino, Polda Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat langkah strategis melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang digelar di Aula Tribrata Mapolda Riau, Senin (27/4/2026).
Rapat koordinasi ini dihadiri Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto, para kepala daerah se-Provinsi Riau, jajaran TNI-Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pelaku usaha, serta berbagai instansi terkait lainnya yang memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana.
Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., dalam sambutannya menegaskan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2026 harus diantisipasi dengan langkah serius, terukur, dan penuh kesiapsiagaan sejak dini. Ia menyampaikan bahwa karhutla bukan persoalan yang dapat ditangani setelah kejadian terjadi.
“Karhutla bukan persoalan yang bisa ditangani setelah kejadian. Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Seluruh elemen harus memperkuat kesiapsiagaan dari sekarang, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi,” tegas Irjen Herry.
Ia menjelaskan, berbagai langkah strategis harus dilakukan secara kolaboratif, mulai dari penyiapan embung air, penguatan sekat kanal, pembangunan menara pantau atau menara api, hingga penerapan pendekatan multi-helix yang melibatkan pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.
Dalam forum tersebut, sejumlah pelaku usaha termasuk perusahaan pemegang konsesi turut menyatakan komitmen mendukung upaya pencegahan karhutla secara menyeluruh. Kapolda menekankan bahwa pencegahan menjadi kunci utama yang harus diperkuat melalui edukasi, literasi, serta sosialisasi secara masif kepada masyarakat guna mendorong perubahan pola pikir dan perilaku.
Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena selain melanggar hukum, tindakan tersebut juga berdampak luas terhadap kesehatan, ekonomi, serta masa depan daerah.
Kapolda Riau juga menginstruksikan seluruh Kapolres jajaran untuk aktif turun ke lapangan memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, meliputi sumber air cadangan, embung, peralatan pemadam, kesiapan personel, keberadaan masyarakat peduli api, hingga pelaksanaan patroli terpadu berbasis teknologi.
Lebih lanjut, Polda Riau terus memperkuat koordinasi dengan BNPB dan pemerintah pusat dalam upaya mitigasi lanjutan, termasuk kemungkinan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan apabila kondisi mengharuskan. Irjen Herry menegaskan bahwa langkah luar biasa harus dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana besar akibat kelengahan.
“Kita harus melakukan langkah-langkah luar biasa. Jangan sampai kelengahan kecil memicu bencana besar. Deteksi dini harus berjalan maksimal, survei harus berkelanjutan, dan setiap titik api harus dipadamkan secepat mungkin sebelum meluas,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut juga terungkap bahwa Provinsi Riau memiliki luas lahan gambut sekitar 5,3 juta hektare, terbesar di Indonesia, sehingga menjadikannya sebagai salah satu wilayah paling rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan, terutama saat musim kemarau panjang disertai peningkatan suhu ekstrem akibat El Nino.
Secara nasional, pada tahun 2026 tercatat sekitar 53.000 hektare kawasan terdampak karhutla, dengan wilayah terdampak terbesar berada di Kalimantan Barat dan Provinsi Riau. Kondisi ini semakin menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor sebagai langkah utama pencegahan.
Posko penanggulangan yang telah tersedia di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan terus diperkuat hingga tingkat provinsi dengan dukungan penuh seluruh pemangku kepentingan. Para kepala daerah juga diminta memastikan kebijakan berbasis pelestarian lingkungan berjalan efektif serta seluruh perangkat daerah terlibat aktif dalam strategi pencegahan.
Kapolda Riau turut menyampaikan apresiasi kepada unsur TNI, relawan, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat peduli api yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan karhutla di Bumi Lancang Kuning. Ia juga menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan kepada masyarakat.
“Terima kasih kepada rekan-rekan media yang akan terus menyiarkan semangat pencegahan ini kepada masyarakat. Hasil kerja kolaboratif ini harus benar-benar dirasakan masyarakat. Ini menjadi momentum bagi kita semua untuk bergerak serentak, menyamakan visi, menyamakan frekuensi, serta menjaga Bumi Lancang Kuning agar tetap lestari,” pungkasnya.
Melalui rapat koordinasi lintas sektoral ini, Polda Riau bersama Forkopimda menegaskan komitmen kuat untuk memperkuat sinergi, kolaborasi, respons cepat, serta aksi nyata dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan sepanjang tahun 2026, demi menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Provinsi Riau ( Humas Polda Riau/Ronggur.G)
Editor Utama: Robet T.Silun.






