Banjir Merongrong 4 Desa di Buton Utara, Made Alwi : Utamakan Kolaboratif.

Diupdate pada 11 Mei, 2026 5:45

Tayang Senin, (11/05/2026)

Buton-Borneoindonesianews.com,-Kerisauan warga di Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara akibat hujan deras pada tanggal 8 – 9 Mei 2026 yang memicu terjadinya banjir adalah merupakan penggingat semua pihak terutama Tim Badan Penangulangan Bencana Daerah ( BPBD) Buton Utara untuk terus siaga menghadapi kondisi cuaca yang masih fluktuatif.

Intensitas hujan yang cukup tinggi merongrong Buton Utara menyebabkan banjir dengan ketinggian air 20-30 cm di 4 desa, satu unit jembatan terputus dan 120 rumah warga serta 632 jiwa terdampak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Buton Utara, Made Alwi, SH menyampaikan bahwa banjir yang melanda 4 desa tersebut tentu menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi warga. InsyAllah tim gabungan bersama BPBD akan terus bekerja untuk mengatasinya dilapangan untuk mengurangi resiko yang lebih buruk, Ucap Alwi.

Desa yang terdampak yakni Desa Wantulasi di Kecamatan Wakorumba Utara, Desa Lamoahi di Kecamatan Kulisusu Utara, Desa Lapandewa di Kecamatan Kulisusu Barat, Desa Wacu laea di Kecamatan Kulisusu

” Butuh kolaborasi semua pihak untuk menangani fenomena maupun fakta hidrometeorologi. Saya telah menurunkan Tim Reaksi Cepat ( TRC ) BPBD bersama tim gabungan untuk memfokuskan penanganan pada pembersihan sisa banjir dan perbaikan darurat akses penghubung desa. Tentu ini terwujud atas kerja bersama rakyat”, Ujar Alwi.

Tokoh humanis asal Labuan tersebut kembali menyampaikan pesan BMKG agar mitigasi bersama terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi lanjutan hidrometeorologi seperti pohon tumbang, banjir dan tanah longsor.

( Hasan Kasran / Kabiro Buton Utara )

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews