Diupdate pada 23 Oktober, 2023 6:16
Tayang Senin, (23/10/2023)
Palangkaraya-Borneoindonesianews.com,- Dalam Pilpres/Pileg 2024, akan terjadi perubahan yang signifikan dalam komposisi perwakilan Kalimantan Tengah di parlemen. Kemungkinan, ada partai yang kursinya akan berkurang, bahkan ada 1 atau 2 partai yg akan “terlempar” dari DPR RI. Sebaliknya, akan ada 2 “partai baru” yg kemungkinan besar, akan mendapatkan kursi untuk Dapil Kalteng.
Pernyataan yang cukup “ngeri-ngeri sedap” ini, dilontarkan Ketua Jaringan Relawan Nasional (JARNAS) AMIN Kalimantan Tengah, dalam acara silaturahmi antara semua komponen dari Koalisi Perubahan.
Dibincangi usai acara, Syafrudin Pasaribu (Ketua JARNAS AMIN Kalteng) menjelaskan, bahwa prediksi tersebut adalah berdasarkan beberapa faktor yang ada, dengan mengamati realitas politik saat ini.
Yang utama, adalah rekam jejak partai dan para caleg yang diusung. Pada Pileg terakhir (2019), hanya 5 parpol yang mendapatkan kursi di DPR RI, untuk Dapil Kalteng yang berjumlah 6 kursi.
Dengan figur-figur Caleg yang diusung masing2 partai untuk Pileg Tahun 2024, kemungkinan hanya 3 partai yang dapat bertahan, salah satunya dari koalisi Perubahan.
Dengan pengalaman, kapasitas, serta ketokohan para Caleg-nya (yang dapat digambarkan sebagai ‘ the dream team’), ‘partai parlemen’ ini berpotensi dapat “menggusur” dominasi sebuah partai besar, yang selama beberapa dekade, telah mendominasi lanskap politik Kalimantan Tengah.
“Kita melihat ada kelebihan dan kekurangan, dari beberapa figur partai, yang diajukan sebagai Caleg untuk DPR RI”.
Apabila suatu partai hanya mengharapkan pada satu sosok, figur yang “kuat” secara elektoral dan pengalaman, tentu akan sulit untuk meraih suara yg memadai, dalam meraih kursi di Parlemen (DPR).
Dengan melihat realitas, begitu besarnya antusiasme masyarakat yang berharap terjadinya perubahan kepemimpinan dan pengelolaan negara. Serta dukungan yang kuat dari berbagai elemen masyarakat untuk Capres-Cawapres AMIN, akan memberikan keuntungan elektoral dari coat-tail effect (efek ekor jas), dari figur Capres dan Cawapres, bagi Caleg2 dari partai pengusung dan pendukung AMIN.
Dengan faktor efek ekor jas, dua partai pengusung AMIN yang lain akan mendapat keuntungan elektoral serupa. Melihat figur para Caleg, serta kesungguhan dan semangat dari para Caleg dari partai pengusung, serta didukung dengan sinergi yang baik dan efektif, bersama seluruh komponen (termasuk para relawan), bukan hal yang terlalu sulit bagi partai pengusung perubahan, untuk meraih kursi DPR RI.
Saat diminta untuk menyebutkan nama (atau setidaknya memberikan clue), partai yg akan kehilangan kursi di Parlemen. Syafrudin mengatakan tidak akan menyebutkan nama partai.Salah satu awak media menanyakan, ‘apakah partai dengan inisial G?”
“Kalau partai yang berhasil memperoleh kursi DPR pada Pileg tahun 2019 dgn inisial G, malah ada dua.
Tapi saya tidak akan menyebutkan inisial, apalagi nama partai. Silahkan teman-teman media menebak, partai mana yg dimaksudkan, dengan berdasarkan narasi yg telah kita sampaikan” pungkasnya. (Dim korwil BIN kalteng)
Editor Robet T. Silun






