Pemadaman Massal Gegerkan Sumatera, SUTET Linggau–Lahat Disebut Jadi Titik Awal Gangguan Sistem Listrik

Diupdate pada 22 Mei, 2026 9:39

PADANG-Borneoindonesianews.com-Jumat malam, 22 Mei 2026, menjadi malam yang mengejutkan bagi masyarakat di Pulau Sumatera, khususnya Sumatera Barat. Dalam waktu singkat, suasana kota yang semula terang mendadak berubah gelap gulita setelah listrik padam hampir bersamaan di berbagai daerah.

Pemadaman massal tersebut langsung memicu kepanikan warga. Aktivitas rumah tangga terganggu, pusat usaha berhenti beroperasi sementara, hingga sejumlah ruas jalan berubah mencekam akibat minim penerangan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber terpercaya dan laporan yang beredar di sejumlah wilayah, gangguan diduga berasal dari jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Linggau–Lahat yang menjadi salah satu jalur utama distribusi listrik regional Sumatera.

Gangguan pada jaringan backbone tersebut disebut memicu ketidakseimbangan sistem kelistrikan hingga menyebabkan proteksi otomatis pada sejumlah pembangkit dan gardu induk.

Sekitar pukul 18.44 WIB, sistem Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Tengah dikabarkan mengalami pemisahan jaringan. Dampaknya langsung terasa luas dan menyebabkan blackout di berbagai wilayah Sumatera.

Di Kota Padang, warga mengaku terkejut karena listrik padam secara mendadak hampir di seluruh kawasan. Lampu rumah, toko, hingga penerangan jalan langsung mati bersamaan.

“Awalnya lampu sempat berkedip, lalu langsung gelap total,” ujar seorang warga yang mengaku sempat panik karena kondisi padam terjadi serentak.

Selama pemadaman berlangsung, banyak warga memilih keluar rumah untuk memastikan situasi lingkungan tetap aman. Sebagian lainnya menggunakan lampu kendaraan dan senter telepon genggam sebagai penerangan darurat.

Media sosial dan grup percakapan masyarakat pun dipenuhi laporan pemadaman dari berbagai daerah. Banyak warga menyebut kejadian tersebut sebagai blackout terbesar yang pernah mereka rasakan dalam beberapa tahun terakhir.

Tidak hanya Sumatera Barat, pemadaman juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain seperti Riau, Jambi, hingga Sumatera Selatan.

Namun setelah hampir dua jam berada dalam kondisi gelap, suasana mulai berubah. Sekira pukul 20.40 WIB, listrik di sejumlah wilayah Sumatera Barat perlahan mulai kembali menyala.

Kembalinya aliran listrik disambut lega warga. Aktivitas masyarakat perlahan kembali normal, warung dan pusat usaha mulai beroperasi lagi, sementara jalanan kota kembali terang.

Meski demikian, proses pemulihan sistem disebut masih dilakukan secara bertahap guna menstabilkan kembali distribusi daya pada jaringan regional Sumatera.

Dalam proses recovery seperti ini, fasilitas vital seperti rumah sakit, bandara, pusat layanan publik, dan instalasi pengolahan air bersih biasanya menjadi prioritas utama penyaluran listrik.

Masyarakat juga diimbau tetap berhati-hati saat listrik kembali normal. Perangkat elektronik sensitif disarankan tidak langsung digunakan secara bersamaan guna menghindari kerusakan akibat lonjakan tegangan.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih terus mengumpulkan dan menghimpun seluruh informasi dari berbagai sumber terpercaya terkait penyebab pasti blackout massal yang sempat melumpuhkan sebagian besar wilayah di Pulau Sumatera tersebut.

TIM

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews