Diupdate pada 23 Juni, 2026 2:16
Rokan Hulu – Borneoindonesianews.com,-asir Pengaraian, – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pangarayan terus memperkuat tata kelola pengamanan berbasis digital. Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Moch. Subhan Zakaria, mensosialisasikan aplikasi *SABANA-AMAN* kepada seluruh jajaran petugas, Rabu 23/4/2026.
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas PKP Angkatan I Tahun 2026 yang diikuti Subhan di BPSDM Provinsi Jawa Timur.
*SABANA-AMAN: Database Sarpras Keamanan Terpusat*
SABANA-AMAN merupakan singkatan dari Sistem Database Sarana dan Prasarana Keamanan. Aplikasi ini dikembangkan untuk menjawab tantangan pengawasan manual yang selama ini rawan lambat, tidak terdokumentasi, dan sulit dilacak.
Melalui sistem berbasis digital ini, seluruh kondisi sarpras keamanan seperti CCTV, kunci, pagar, hingga peralatan pengamanan lain dapat dipantau secara berkala. Petugas cukup input kondisi langsung dari lapangan, sehingga potensi kerusakan dan kebutuhan perbaikan teridentifikasi lebih dini.
“Selama ini laporan kerusakan sering terlambat masuk karena masih manual. Dengan SABANA-AMAN, semua data masuk sistem secara real-time. Ini memudahkan kami mengambil keputusan cepat dan tepat,” ujar Subhan saat membuka sosialisasi.
*4 Keunggulan Utama SABANA-AMAN:*
1. *Pencatatan Terpusat & Terdokumentasi*
Semua data inventaris, kondisi, dan riwayat perbaikan sarpras tersimpan rapi dalam satu database. Tidak ada lagi berkas tercecer.
2. *Pelaporan Real-time*
Petugas bisa langsung update kondisi lapangan lewat aplikasi. Pimpinan dapat memantau perkembangan tanpa harus menunggu laporan tertulis.
3. *Pemeliharaan Terukur*
Sistem otomatis mencatat jadwal perawatan rutin dan riwayat perbaikan. Meminimalkan risiko sarpras rusak berat karena telat ditangani.
4. *Akuntabilitas & Transparansi*
Data yang lengkap dan terstruktur menjadi dasar audit internal maupun eksternal. Pengawasan jadi lebih objektif dan bisa dipertanggungjawabkan.
Subhan menegaskan, inovasi ini sejalan dengan arahan Ditjen Pemasyarakatan untuk mewujudkan smart prison. “SABANA-AMAN bukan sekadar aplikasi, tapi budaya kerja baru. Cepat, terukur, akuntabel. Targetnya satu: menciptakan lingkungan lapas yang aman dan kondusif,” tegasnya.
*Dorong Transformasi Digital Pemasyarakatan*
Dengan penerapan SABANA-AMAN, Lapas Pasir Pangarayan menjadi salah satu UPT pertama di Riau yang mengintegrasikan database sarpras keamanan secara digital. Langkah ini diharapkan menjadi role model bagi lapas lain.
“Ke depan kami akan kembangkan fitur analitik. Jadi bukan hanya mencatat, tapi sistem bisa memprediksi potensi kerusakan berdasarkan data historis,” tambah Subhan.
Komitmen ini memperkuat posisi Lapas Pasir Pangarayan sebagai pelopor modernisasi pengamanan. Transformasi digital dinilai kunci untuk menjaga stabilitas keamanan di tengah padatnya hunian dan dinamika pembinaan warga binaan.
Sosialisasi ditutup dengan sesi praktik langsung. Seluruh petugas Kamtib diajak mencoba input data dan membuat laporan kondisi sarpras melalui aplikasi SABANA-AMAN.(Humas lapas)
Editor Utama : Robet T. Silun






