Diupdate pada 6 Juli, 2026 9:06
Tayang Senin, (06/07/2026)
Kubu Raya –Borneoindonesianews.com,-Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., memimpin upacara pelepasan purna tugas Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia di Lapangan Tidayu, Makodam XII/Tpr, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (6/7/2026).
Pelepasan ini ditujukan bagi personel Satgas Pamtas dari Yonarhanud 1/Purwa Bajra Cakti Kostrad dan Satgas Pamtas Yonkav 3/Andaka Cakti yang telah selesai melaksanakan operasi pengamanan wilayah perbatasan selama kurang lebih 12 bulan. Selanjutnya, estafet pengamanan perbatasan akan dilanjutkan oleh Satgas Pamtas yang baru, yakni dari Yonarmed 13/Nanggala dan Yonarmed 19/Bogani.
Bersamaan dengan upacara pelepasan tersebut, Pangdam XII/Tpr juga memimpin pemusnahan berbagai barang bukti ilegal hasil pengungkapan dan penindakan satgas selama masa penugasan. Pemusnahan ini turut disaksikan oleh jajaran TNI AL dan AU, BNN, Kepolisian, Kejaksaan, Bea Cukai dan Imigrasi.
Adapun barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari, Sabu 55.352,9 gram. Ganja 12.169,5 gram, dan 2 linting, Ekstasi 30 butir, senjata api rakitan sebanyak 52 pucuk (Lantak 17 pucuk, Bowmen 30 pucuk dan pistol 5 pucuk), Munisi Bowmen 51 butir dan Munisi Mortir 1 butir, sisik Trenggiling 1,598 Kg serta Miras sebanyak 312 botol.
Dalam keterangannya kepada awak media, Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menegaskan bahwa pengamanan di wilayah perbatasan darat RI-Malaysia memerlukan perhatian dan atensi yang sangat intens, terutama terkait aspek kedaulatan negara.
“Hari ini kita melaksanakan pemusnahan barang-barang bukti yang menjadi hasil dari penugasan Satgas, serta dukungan dari stakeholder yang ada. Ini sebagai bentuk komitmen kita dalam pelaksanaan tugas pengamanan perbatasan, bahwa daerah wilayah perbatasan itu memerlukan perhatian dan atensi, terutama dari aspek kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.
Pangdam menambahkan, pengawasan di wilayah perbatasan sangat penting untuk menangkal berbagai aktivitas ilegal internasional yang dapat mengancam stabilitas dan keamanan negara.
“Tentunya kita harus menjaga teritorial yang ada, karena itu adalah salah satu pintu masuknya kegiatan-kegiatan transnational crime (kejahatan lintas negara), seperti narkoba, hewan langka, minuman keras, maupun ilegal lainnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito memastikan bahwa operasi pengamanan wilayah perbatasan ini akan terus berjalan secara berkelanjutan. Sektor darat yang menjadi fokus utama saat ini juga diselaraskan dengan kesiapan sektor lain.
“Kegiatan ini akan terus berlanjut selama kegiatan pamtas, maupun selama NKRI ini ada. Kita terus melaksanakan pengamanan wilayah perbatasan, khususnya wilayah sektor darat. Tentunya di wilayah-wilayah lain juga akan menjadi atensi, sesuai dengan matra masing-masing, baik AL maupun AU, yang ikut mendukung dari kementerian/lembaga terkait yang ada relevansinya dan korelasinya dengan kegiatan pencegahan,” pungkas Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito. (Pendam XII/Tpr)
Editor Utama : Robet T. Silun
Pewarta :Rudi Dewa Korwil Kalbar






