Bupati John Kenedy Azis Perjuangkan Percepatan Embarkasi Haji Sumbar, Ajukan Anggaran Rp250 Miliar

Diupdate pada 8 Juli, 2026 11:38

Padang Pariaman-Borneoindonesianews.com,-Bupati Padang Pariaman, , melakukan audiensi dengan Menteri Haji dan Umrah RI, , di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta, Senin (29/6/2026). Pertemuan tersebut membahas percepatan penyelesaian pembangunan Asrama Haji Provinsi Sumatera Barat yang berlokasi di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

Dalam audiensi tersebut, Bupati John Kenedy Azis menyerahkan proposal pengembangan Embarkasi Haji Sumatera Barat di Kabupaten Padang Pariaman sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji bagi masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya.

Ia menegaskan, keberadaan Asrama Haji di Padang Pariaman memiliki nilai strategis karena lokasinya sangat dekat dengan , dengan jarak sekitar 2,5 kilometer. Kondisi ini dinilai lebih efektif dalam mendukung kelancaran proses keberangkatan dan kepulangan jamaah haji.

“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berkomitmen memberikan dukungan penuh agar pembangunan Asrama Haji ini dapat segera dituntaskan. Kehadiran embarkasi yang representatif akan meningkatkan pelayanan sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat,” ujar Bupati.

Ia juga menjelaskan, asrama embarkasi haji yang saat ini digunakan memiliki keterbatasan, baik dari sisi luas lahan maupun jarak tempuh ke bandara. Lokasinya hanya sekitar tiga hektare dan berjarak kurang lebih 25 kilometer dari Bandara Internasional Minangkabau. Sementara itu, pembangunan Asrama Haji di Batang Anai telah disiapkan di atas lahan seluas 10 hektare yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan embarkasi haji modern dan terpadu.

Ke depan, embarkasi ini tidak hanya melayani jamaah haji asal Sumatera Barat, tetapi juga diproyeksikan mendukung calon jamaah dari Provinsi Jambi dan Bengkulu. Dengan meningkatnya jumlah calon jamaah setiap tahun serta panjangnya daftar tunggu keberangkatan, percepatan pembangunan embarkasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Dalam proposal tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengusulkan dukungan anggaran pengembangan Embarkasi Haji tahun 2026 sebesar Rp250 miliar. Anggaran ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan sehingga kawasan Asrama Haji dapat segera difungsikan secara optimal.

Selain sebagai tempat transit jamaah haji, kawasan Asrama Haji Embarkasi Padang Pariaman juga dirancang menjadi pusat penyelenggaraan, pelayanan, pendidikan, pelatihan, serta pengembangan kegiatan keislaman. Kawasan ini diharapkan menjadi ruang edukasi, silaturahmi, pertukaran informasi, hingga pusat pemberdayaan umat yang berdampak pada perkembangan sosial, pendidikan, ekonomi, dan keagamaan di Sumatera Barat.

Audiensi tersebut menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam memperjuangkan percepatan pembangunan Embarkasi Haji Sumatera Barat sebagai infrastruktur strategis yang akan meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji sekaligus mendorong kemajuan daerah.

(Meihizra)

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews