Diupdate pada 27 Agustus, 2026 10:29
Tayang Kamis, (27/08/2026)
Rokan Hulu-Borneoindonesianews.com,- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pangarayan terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan. Hal itu diwujudkan melalui kegiatan pemantauan keamanan yang dilanjutkan dengan sambung rasa bersama petugas dan warga binaan, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) Freddy Rinadi Siregar bersama Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm Kamtib) Moch. Subhan Zakaria, didampingi Kepala Subseksi Keamanan Andika Syaputra beserta jajaran.
Fokus di Titik Rawan*
Pemantauan dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan kondisi keamanan dan ketertiban tetap terjaga. Penguatan personel dilakukan pada area dalam maupun sekitar Lapas, khususnya pada titik-titik yang dinilai rawan.
Selain itu, jajaran juga meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas keluar-masuk orang dan barang. Pemantauan diarahkan untuk mengantisipasi potensi provokasi, konflik, maupun gangguan keamanan lainnya yang dapat mengganggu stabilitas Lapas.
Apresiasi dari Kalapas*
Kalapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, mengapresiasi langkah jajaran KPLP dan Seksi Adm Kamtib.
“Pemantauan keamanan secara rutin merupakan bagian penting dari upaya deteksi dini dan pencegahan gangguan. Saya mengapresiasi Ka.KPLP, Kasi Adm Kamtib beserta jajaran yang terus meningkatkan kewaspadaan. Kesiapsiagaan harus menjadi tanggung jawab bersama dan dilaksanakan secara konsisten,” ujar Efendi.
Ka.KPLP Freddy Rinadi Siregar menegaskan pemantauan dilakukan untuk memastikan kesiapan petugas dan mengetahui langsung kondisi di lapangan.
“Kami terus melakukan pemantauan, baik di area dalam maupun sekitar Lapas. Dengan kehadiran petugas dan pengawasan maksimal, diharapkan setiap potensi gangguan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin,” ungkapnya.
Senada, Kasi Adm Kamtib Moch. Subhan Zakaria menyampaikan pengawasan mencakup kondisi fisik, aktivitas warga binaan, hingga pengendalian keluar-masuk.
“Pengamanan membutuhkan pengawasan menyeluruh dan berkelanjutan. Melalui ini kami memastikan prosedur berjalan baik, aktivitas warga binaan terkendali, serta potensi gangguan dapat dicegah sejak dini,” jelas Subhan.
Sambung Rasa Ciptakan Kondisi Kondusif*
Usai pemantauan, kegiatan dilanjutkan dengan sambung rasa. Ini menjadi sarana komunikasi untuk membangun hubungan harmonis antara petugas dengan warga binaan. Pendekatan tersebut diharapkan menciptakan suasana kondusif dan membuka ruang untuk mengetahui perkembangan di lingkungan Lapas.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan berkomitmen terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat sinergi antarjajaran, serta mengoptimalkan deteksi dini demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.
(Humas Lapas /EP)
Editor Utama : Robet T. Silun






