Kualitas Udara Masih Memburuk Pemko Pekanbaru Memgambil Langkah Darurat di Sektor Pendidikan 

Diupdate pada 6 Oktober, 2026 11:40

Tayang Selasa (06/10/2026)

Pekanbaru-Borneoindonesianews.com- Kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap Karhutla memaksa Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah darurat di sektor pendidikan. Seluruh pelajar diwajibkan menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari.

Kebijakan ini berlaku pada Selasa-Rabu, 6-7 Oktober 2026 untuk semua jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP se-Kota Pekanbaru.

“Keputusan PJJ ini mengacu pada Surat Edaran Mendikdasmen RI Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Karhutla, serta hasil pemantauan ISPU hari ini,” ujar Jamal di Pekanbaru, Senin (5/10/2026) malam.

Ia menjelaskan, kebijakan ini juga berlaku sebagai imbauan bagi sekolah dan madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama serta kementerian/lembaga lain di Pekanbaru agar menyesuaikan demi keselamatan peserta didik.

Untuk mengantisipasi kendala teknis di lapangan, Disdik memberikan skema khusus bagi sekolah di wilayah pesisir dan pinggiran kota yang sulit akses internet dan listrik. Proses belajar tetap berjalan melalui sistem modul penugasan mandiri di rumah.

“Bagi sekolah yang terkendala listrik atau jaringan, pembelajaran dilaksanakan lewat penugasan mandiri. Ini untuk mencegah risiko ISPA pada anak-anak,” tegasnya.

Disdik Pekanbaru akan melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan ISPU selama 48 jam ke depan. Hasil pemantauan itu akan menjadi penentu apakah kegiatan belajar tatap muka dapat kembali dibuka pada Kamis, 9 Oktober 2026. (Kominfo/Ronggur.G)

Editor Utama : Robet T.Silun.

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews