Diupdate pada 7 Oktober, 2026 9:07
Tayang Rabu, (07/10/2026)
Kubu Raya -Borneoindonesianews.com,-Polres Kubu Raya membekali personelnya dengan pengetahuan tentang pengendalian obesitas dan perlindungan diri dari paparan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Edukasi ini diberikan untuk menjaga kebugaran sekaligus menekan risiko gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi kemampuan personel saat menjalankan tugas di lapangan.
Penyuluhan kesehatan tersebut digelar di Aula Mapolres Kubu Raya, Rabu (7/10/2026) pagi, dengan menghadirkan dr. Anisa Nabila Hanifah sebagai narasumber. Sebanyak 60 personel mengikuti kegiatan yang dihadiri Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia, Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni, para pejabat utama, serta Kasidokkes Polres Kubu Raya Aiptu Hadi Sugiono.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan, kesehatan personel merupakan bagian dari kesiapan dalam menjalankan tugas kepolisian, terutama ketika personel menghadapi aktivitas fisik tinggi dan kondisi lingkungan yang berisiko.
“Dalam beberapa bulan terakhir kita melaksanakan berbagai upaya penanggulangan Karhutla yang tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga menimbulkan risiko terhadap kesehatan, khususnya akibat paparan asap, suhu panas, dan aktivitas fisik selama pelaksanaan tugas di lapangan,” kata Ade.
Menurutnya, penyuluhan tersebut diarahkan agar personel mampu mengenali kondisi tubuhnya dan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Pengendalian berat badan, pola makan seimbang, aktivitas fisik, dan waktu istirahat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesiapan personel sebelum menjalankan tugas.
Dalam materi tentang obesitas, dr. Anisa menjelaskan bahwa kelebihan berat badan bukan hanya persoalan penampilan, tetapi dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kebugaran serta berkaitan dengan komplikasi metabolik, kardiovaskular, pernapasan, dan muskuloskeletal.
Personel diperkenalkan dengan pemeriksaan awal melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pengukuran lingkar pinggang. Keduanya dapat digunakan sebagai parameter awal untuk melihat kondisi tubuh dan risiko kesehatan yang perlu mendapat perhatian.
Risiko obesitas juga dapat dipengaruhi oleh sejumlah kebiasaan, antara lain konsumsi kalori berlebih, minuman berpemanis, kurang aktivitas fisik, gangguan tidur, dan stres. Karena itu, personel didorong menerapkan pola makan seimbang dengan mengatur porsi, memperbanyak sumber protein dan serat, serta membatasi makanan berminyak dan minuman berpemanis.
Pengaturan pola makan menjadi semakin penting bagi personel yang menjalankan piket atau tugas dengan waktu kerja yang tidak selalu teratur. Mereka dianjurkan mengutamakan air putih, menyiapkan bekal yang lebih sehat, membatasi gorengan dan makanan cepat saji, serta tetap memperhatikan waktu istirahat.
Selain obesitas, penyuluhan membahas risiko kesehatan akibat paparan asap Karhutla. Asap pembakaran dapat membawa partikel halus PM2.5, karbon monoksida, senyawa organik volatil, dan abu yang berpotensi mengganggu sistem pernapasan serta kardiovaskular.
Karena itu, personel yang bertugas di wilayah terdampak asap diminta memperhatikan informasi kualitas udara dan memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit. Penggunaan respirator N95 atau FFP2 yang terpasang rapat juga ditekankan sebagai salah satu langkah perlindungan ketika berada di lingkungan dengan paparan asap.
Kecukupan air minum dan pengaturan waktu istirahat juga menjadi bagian dari perlindungan diri. Personel yang berada di tengah asap pekat dianjurkan mengurangi durasi paparan dan melakukan rotasi ke lokasi dengan udara yang lebih bersih apabila situasi penugasan memungkinkan.
Personel juga dibekali kemampuan mengenali tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan medis. Sesak napas berat, mengi parah, nyeri atau tekanan pada dada, pusing hebat, kebingungan, hampir pingsan, maupun keluhan yang tidak membaik setelah menjauh dari asap menjadi tanda yang tidak boleh diabaikan.
Setelah penugasan, personel dianjurkan membersihkan wajah, mata, dan hidung, mengganti pakaian yang terpapar asap, memenuhi kebutuhan cairan, serta memantau kondisi tubuh. Jika keluhan kesehatan tetap muncul, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.
Ade mengatakan, pengetahuan yang diperoleh dalam penyuluhan diharapkan tidak berhenti di ruang kegiatan, tetapi diterapkan dalam keseharian. Menurutnya, menjaga kesehatan merupakan bagian dari tanggung jawab personel untuk memastikan tugas kepolisian tetap dapat dijalankan dengan baik.
“Dengan personel yang sehat dan memiliki kebugaran yang baik, pelaksanaan tugas Kepolisian dapat berjalan secara optimal, efektif, dan profesional,” ujarnya.
Melalui penyuluhan tersebut, Polres Kubu Raya mendorong personel dan Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP) di lingkungan Polres Kubu Raya serta Polsek jajaran untuk lebih konsisten menjaga kesehatan. Pengendalian berat badan, pola hidup sehat, kebugaran, serta kemampuan melindungi diri dari paparan asap menjadi bagian dari kesiapan personel dalam menghadapi tugas, khususnya di tengah kondisi Karhutla.
Pewarta:Rudi Dewa Korwil Kalbar
Editor :Robet T. Silun
Call Centre : 110
#POLISI BERSAMA MASYARAKAT






