Diupdate pada 9 Oktober, 2026 8:33
Tayang Jum’at, (09/10/2026)
PURUK CAHU-Borneoindonesianews.com,- Bupati Murung Raya, Heriyus, S.E., meminta masyarakat untuk sementara menahan diri dan tidak melakukan pembakaran lahan maupun ladang di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi.
Hal tersebut disampaikan Heriyus saat membuka Pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA) Kecamatan Murung di Aula Kantor Kecamatan Murung, Kamis (8/10/2026)
Heriyus menyampaikan Pemkab Murung Raya telah menetapkan status darurat karhutla sejak 19 September 2026. Cuaca panas dan kekeringan saat ini meningkatkan risiko kebakaran. “Kepada seluruh masyarakat kita sampaikan melalui semua kepala desa untuk menahan dulu dan jangan membakar lahan atau ladang dengan cara membakar,” tegasnya.
Menurutnya, pencegahan karhutla butuh keterlibatan bersama dari kabupaten, kecamatan, desa, kelurahan, BPD hingga masyarakat. Ia mengapresiasi pelatihan MPA yang diikuti 70 peserta dari 13 desa dan dua kelurahan tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Ia juga meminta pemdes memanfaatkan anggaran desa sesuai ketentuan untuk penanggulangan bencana serta merawat peralatan pemadam agar siap pakai. “Bukan hanya untuk karhutla, tetapi juga bisa digunakan apabila terjadi kebakaran di permukiman,” ujarnya.
(Helmi)
Editor Utama : Robet T. Silun






