Pemko Pekanbaru Beri Peringatan Oknum Mengaku Ahli Waris Pemilik Lapak di Pasar Panam 

Diupdate pada 9 Oktober, 2026 8:38

Tayang Jumat, (09/10/2026)

Pekanbaru-Borneoindonesianews.com- Oknum mengaku ahli waris pemilik lapak dan kios di Pasar Simpang Baru Panam, Kota Pekanbaru jangan sampai melakukan intimidasi terhadap pedagang. Mereka tidak boleh menghalangi pedagang yang hendak berjualan.

Apalagi para pedagang yang menjadi sasaran oknum ahli waris itu memiliki Surat Hak Penempatan (SHP) dari Pemerintah Kota Pekanbaru. Pasar tersebut bukan merupakan pasar milik pribadi, tetapi pasar yang berada di bawah pengelolaan pemerintah kota.

“Untuk Pasar Simpang Baru sudah jelas ya, sudah ada juga warning dari Kapolresta Pekanbaru, jangan sampai pedagang di sana kena intimidasi,” tegas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin, Kamis (8/10/2026).

Tim gabungan segera menertibkan aksi pemasangan palang di lapak dan kios pedagang oleh oknum mengaku ahli waris. Tim Satpol PP Kota Pekanbaru bakal turun ke lokasi bersama Kepolisian Pekanbaru serta dinas terkait.

“Kita akan turun ke pasar, guna mengambil alih kembali kios yang sudah terpasang palang,” ujarnya.

Tindakan tegas terhadap oknum ahli waris itu mendapat dukungan dari seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pekanbaru. Ia mengaku tim gabungan siap mendampingi dalam tindakan yustisi di lapangan.

“Tim Satpol PP Kota Pekanbaru bersama kepolisian segera mengambil langkah tegas di lapangan, dalam tindakan yustisi untuk pengamanan aset pemerintah kota,” terang Sekda.

Total ada 19 kios dan lapak yang menjadi sasaran pemasangan palang kayu. Oknum itu mengaku sebagai ahli waris pemilik lapak maupun kios dalam pasar lewat surat peringatan yang terpasang di depannya.

Surat itu jadi peringatan agar pemakai lapak harus segera membayar tunggakan kios maupun lapak. Ada poin pedagang yang tidak bisa memenuhi kewajiban pembayaran harus mengosongkan lapak maupun kios.

Mereka cuma punya waktu selama tujuh hari untuk membayarkan tunggakan itu. Mayoritas pedagang mengaku tidak tenang berjualan dengan kondisi ini.(Kominfo/Ronggur.G)

Editor Utama: Robet T.Silun.

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews