Ketum YPPI Apresiasi Respons Cepat Bupati Aceh Barat, Sehari Setelah Kisah Pilu Ibu Sri Diberitakan, Bantuan Langsung Tiba

Diupdate pada 4 November, 2026 8:46

Tayang Rabu, (04/11/2026)

ACEH BARAT-Borneoindonesianews.com,- Respons cepat Bupati Aceh Barat terhadap kisah pilu keluarga Ibu Sri mendapat apresiasi dari Ketua Umum Yayasan Pusat Peradaban Insani (Ketum YPPI), Ustadz Syamsul Kamal. Sehari setelah kisah keluarga penyandang disabilitas yang bertahan hidup di gubuk reyot berukuran sekitar 2×3 meter di atas trotoar, di tengah semak-semak yang berisiko menjadi tempat persembunyian ular, diberitakan, Bupati Aceh Barat langsung memerintahkan Camat Johan Pahlawan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Babinsa, jajaran Polsek, serta perangkat Desa Rundeng untuk mengunjungi kediaman keluarga tersebut dan menyerahkan bantuan sembako.

Ustadz Syamsul Kamal menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Aceh Barat atas respons cepat tersebut. Apresiasi yang sama juga disampaikan kepada Camat Johan Pahlawan, unsur TNI melalui Babinsa, unsur Polri melalui jajaran Polsek, perangkat Desa Rundeng, serta seluruh unsur Forkopimcam dan pihak terkait yang telah menunjukkan kepedulian dengan hadir langsung membantu keluarga Ibu Sri.

Menurut Ustadz Syamsul, respons tersebut merupakan bentuk kepedulian yang patut dihargai. Ketika informasi mengenai kesulitan hidup warga segera ditindaklanjuti dengan kunjungan dan bantuan nyata, kehadiran pemerintah dan unsur terkait benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan Sembako Meringankan Beban Keluarga

Bagi keluarga Ibu Sri yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, bantuan sembako dari pemerintah menjadi sesuatu yang sangat berarti. Bantuan tersebut melengkapi paket beras dari program Beras Segenggam yang sebelumnya disalurkan oleh jamaah Akademi Kehidupan Qur’ani (AKQ).

Berdasarkan pengamatan tim AKQ, kondisi fisik Ibu Sri dan anak-anaknya menimbulkan kekhawatiran mengenai kecukupan asupan makanan bergizi. Kondisi tersebut diharapkan mendapat perhatian lebih lanjut melalui pemeriksaan tenaga kesehatan agar kebutuhan gizi keluarga dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Ibu Sri diketahui bekerja membantu pekerjaan rumah tangga, termasuk menyetrika pakaian, dengan penghasilan sekitar Rp15.000 per hari. Penghasilan yang sangat terbatas itu harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan keperluan keluarga lainnya.

Dalam keadaan demikian, uang untuk jajan anak-anak di sekolah sering kali harus dikesampingkan karena keluarga lebih mengutamakan kebutuhan pangan sehari-hari. Dengan adanya bantuan sembako, diharapkan beban pengeluaran keluarga sedikit berkurang sehingga penghasilan harian yang diperoleh dapat dialokasikan untuk kebutuhan penting lainnya.

YPPI Dorong Pendataan dan Perhatian Berkelanjutan

Berdasarkan penelusuran awal tim AKQ, keluarga Ibu Sri mengaku belum pernah menerima bantuan sosial maupun bantuan sembako sebelumnya. Informasi ini diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah desa dan instansi terkait melalui pendataan serta verifikasi agar keluarga tersebut dapat memperoleh bantuan sesuai kriteria dan ketentuan yang berlaku.

Ketum YPPI berharap kunjungan pemerintah dan unsur Forkopimcam ini tidak berhenti pada penyaluran bantuan sesaat. Perhatian berkelanjutan diperlukan, mulai dari pendataan kondisi sosial ekonomi, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pencarian solusi atas persoalan tempat tinggal keluarga tersebut.

Menurutnya, bantuan pangan sangat penting untuk meringankan kebutuhan mendesak. Namun, keluarga Ibu Sri juga membutuhkan jalan keluar agar dapat tinggal di lingkungan yang lebih aman dan layak.

AKQ Siap Gagas Bedah Rumah Berjamaah

Selain mengapresiasi bantuan yang telah diberikan, Ustadz Syamsul Kamal menegaskan bahwa AKQ siap membantu menggagas gerakan Bedah Rumah Berjamaah sebagai ikhtiar bersama untuk memperjuangkan tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi keluarga Ibu Sri.

Gagasan tersebut akan diawali dengan koordinasi bersama pemerintah desa dan pihak terkait, termasuk membahas kemungkinan pengadaan tanah melalui semangat gotong royong dan sedekah masyarakat.

Ustadz Syamsul sebelumnya memberikan ilustrasi bahwa apabila 2.000 kepala keluarga di Desa Rundeng masing-masing bersedia menyumbangkan Rp15.000, potensi dana yang dapat dihimpun mencapai Rp30 juta. Dana tersebut berpotensi menjadi modal awal pengadaan tanah, dengan tetap mempertimbangkan harga, status kepemilikan, kesepakatan masyarakat, serta pengelolaan dana secara transparan.

Bagi YPPI, respons cepat pemerintah yang telah diwujudkan melalui kunjungan dan bantuan sembako merupakan langkah awal yang patut disyukuri. Selanjutnya, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi sosial untuk memperjuangkan solusi jangka panjang bagi keluarga Ibu Sri.

“Alhamdulillah, kami mengapresiasi respons cepat Bupati Aceh Barat. Terima kasih juga kepada Camat Johan Pahlawan, unsur TNI melalui Babinsa, jajaran Polsek, perangkat Desa Rundeng, serta seluruh unsur Forkopimcam dan pihak terkait yang telah menunjukkan kepedulian terhadap keluarga Ibu Sri. Semoga kepedulian ini menjadi awal dari kerja bersama yang berkelanjutan, sehingga keluarga ini tidak hanya terbantu kebutuhan pangannya, tetapi juga memiliki harapan untuk mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak,” demikian harapan Ustadz Syamsul Kamal.

Kisah Ibu Sri menjadi pengingat bahwa persoalan kemiskinan membutuhkan kepedulian bersama. Ketika pemerintah, aparat, masyarakat, dan organisasi sosial saling menguatkan, bantuan sederhana dapat menjadi awal bagi perubahan yang lebih berarti.

YPPI mengapresiasi langkah cepat pemerintah dan seluruh unsur yang telah membantu. AKQ siap terus mengambil bagian dalam gerakan kepedulian sosial, agar keluarga Ibu Sri dan warga lain yang membutuhkan memiliki harapan untuk hidup lebih aman, sehat, dan bermartabat.

(Murni IB/Kabiro)

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews