Diupdate pada 29 Juni, 2024 8:06
Tayang Sabtu, (29/06/2024)
Kuala Kapuas-Borneoindonesianews.com,- Penjabat (Pj) Bupati Kapuas, Erlin Hardi, ST ngobrol santai bersama warga Persaudaraan Madura DIA Desa Anjir Sarapat Barat Handel 17 Agustus, Kecamatan Kapuas Timur untuk mendengar usulan infrastruktur dan pendidikan.
Bertempat di halaman pondok pesantren Miftahul’Ulum Al ‘Alawiyah dihadiri Pj Bupati Kapuas Erlin Hardi bersama sejumlah Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Kapuas.
Pj Bupati Kapuas, Erlin Hardi, menyampaikan, hari ini kita menghadiri undangan kegiatan ngobrol santai bersama Persaudaraan Madura untuk mendengar aspirasi warga terkait infrastruktur dan pembangunan pondok pesantren Miftahul’Ulum Al’ Alawiyah.
“Dari hasil dialog kita banyak usulan dari warga Handel 17 Agustus baik itu infrastruktur jalan, jembatan, sarana kesehatan, pendidikan dan pondok pesantren Miftahul’Ulum Al’Alawiyah yang kondisinya memang memprihatinkan,” kata Pj Bupati Kapuas Erlin Hardi, Jumat pagi (28/6/2024).
Disampaikan Erlin Hardi, bahwa pemerintah kabupaten selalu memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Untuk semua itu, perlu percepatan pembangunan yang nantinya masuk pada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) atau pun di APBD tahun anggaran 2025 nanti.
“Makanya setiap kunjungan saya ajak kepala OPD untuk melihat dan mendengar apa yang disampaikan warga,” ungkapnya.
Pj Bupati Erlin Hardi mengharapkan, agar kita semua selalu menjaga keharmonisan, kekompakan dan buat dalam bekerja secara giat serta menjaga suasana yang kondusif dengan hidup berdampingan saling menghormati.
“Tentu ini menjadi satu modal untuk kita bekerja dalam mewujudkan masyarakat yang adil sejahtera, mandiri dan tangguh,” ujar Erlin Hardi.
Ditambahkan Erlin Hardi bahwa ada usulan jalan alternatif sehingga warga bisa beraktivitas dengan leluasa untuk mengangkut hasil bumi agar pertumbuhan ekonomi bertumbuh dengan pesat dan apabila ada warga yang sakit cepat diatasi.
Untuk itu, kita sudah minta kepada Dinas PU agar melakukan pengecekan dilapangan untuk dilakukan perencanaan agar di Tahun 2024 atau 2025 sudah bisa dilakukan kegiatan perencanaan dan pekerjaan fisik,” pungkasnya.
(Agus)
Editor Utama : Robet T. Silun






