Patroli Gabungan Satgas Pamtas RI-RDTL Pos Haumeniana, Satgas Cendana Bais TNI, Satgas Deninteldam IX/UDY, Dan Unit Intel Kodim 1618/TTU, Gagalkan Penyelundupan Ilegal 240 Liter Minyak Tanah

Diupdate pada 26 Mei, 2025 5:51

Tayang Senin, (26/05/2025)

TTU-Borneoindonesianews.com-Memastikan agar situasi perbatasan selalu aman dan menjamin agar selalu kondusif terkait pencegahan kegiatan atau aktivitas ilegal,
Satgas Pamtas RI-RDTL BATALYON ARHANUD 15/DBY Sektor Barat melalui Pos Haumeniana Melaksanakan patroli gabungan bersama Satgas Cendana Bais TNI, Satgas Deninteldam IX/UDY, Unit Intel Kodim 1618/TTU. Patroli tersebut berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Minyak Tanah ke Timor Leste melalui operasi Ambush yang di pimpin Dantim Satgas Cendana Bais TNI, Lettu Laut (KH) Bowo, SH dan anggota Unit Intel Kodim 1618/TTU, Anggota BKI E Deninteldam IX/udayana dan sertu pandi Irawan (Danpos Haumeniana) beserta 9 personel Pos Haumeniana Praka Adi, Praka Redi, Pratu Yoga, Pratu Amir, Pratu Putro dan di kawal Tim Kesehatan Pos Haumeniana Kopda Yusuf Ariadi A. MD. Kep.
Sabtu, (23/05/2025).

Adapun hasil temuan patroli gabungan terkait barang bukti yang diduga akan diselundupkan yaitu : berupa 8 Jerigen dengan jumlah 240 Liter Minyak tanah dan selanjutnya mengamankan barang hasil Ambush tersebut Gabungan Tim Intel dan Personel Pos Haumeniana di Pos Haumaniana, Satgas Pamtas RI-RDTL BATALYON ARHANUD 15/DBY Sektor Barat.

Dalam keterangan tertulis Tim kesehatan Pos Haumeniana Kopda Yusuf Ariadi, Amd. Kep kepada media ini bahwa
Pada Pukul 08.00 Wita Dantim Satgas Cendana Bais TNI beserta Satgas Deninteldam IX/UDY (SGI) mendapatkan informasi bahwa adanya kegiatan penyelundupan di wilayah Haumeniana setelah hari pasar di Desa Haumeniana.

Setelah itu Pukul 08.30 Wita, Dantim Satgas Cendana Bais TNI Lettu Laut (KH) Bowo, S.H menghubungi Sertu Pandy Irawan (Danpos Haumeniana) terkait informasi tersebut.

Dan akhirnya pada pukul 09.00 Wita Sertu Pandy dan 2 anggota mencari informasi tersebut di pasar Haumeniana yang bertepatan hari pasar Desa Haumeniana.

Pada Pukul 13.00 Wita Sertu Pandy Irawan menghubungi Lettu Laut (KH) Bowo Dantim Satgas Cendana Bais TNI bahwa Pos Haumeniana akan melaksanakan Ambush lewat jalan tikus guna mengantisipasi kegiatan penyelundupan.

Pada Pukul 13.30 Wita Dantim Satgas Cendana Bais TNI berkoordinasi dengan Satgas Gabungan Intelijen, Unit Intel Kodim 1618/TTU dan BKI E Deninteldam IX/Udayana untuk bergabung dengan Pos Haumeniana, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat untuk melaksanakan Ambush.

Kegitaan itu mulai Pukul 19.00 wita dimulai dengan apel pengecekan personel Ambush dan pembagian titik Ambush Pukul 19.30 Wita Tim Intel Gabungan beserta Personel Pos Haumeniana bergerak menuju jalan tikus.

Pada Pukul 20.15 Wita Tim Intel Gabungan beserta Personel Pos Haumeniana tiba dilokasi Ambush dan melaksanakan penyisiran di sekitar jalan tikus tersebut.

Setelah di sisir lokasinya Pukul 20.45 Wita, Tim Intel Gabungan beserta Personel Pos Haumeniana menemukan adanya 4 Jerigen (ukuran 30 Liter) berisi minyak tanah yang ditutupi dedaunan.

Tim Gabungan beserta Pos Haumeniana melakukan penyisiran kembali dan mendapati 4 Jerigen Minyak Tanah (ukuran 30 Liter) yang berjarak 50 Meter dari penemuan awal.

Kemudian Tim Intel Gabungan dan Pos Haumeniana masuk kedalam guna mendapatkan pelaku penyelundupan di sekitar lokasi temuan barang yang diduga akan diselundupkan.

Pada Pukul 22.00 Tim Intel Gabungan beserta Personel Pos Haumeniana melihat adanya cahaya senter dan suara dari arah jalur tikus wilayah Timor Leste yang berjarak ±100 Meter dari lokasi pengintaian.

Melihat hal tersebut Tim Intel Gabungan dan Pos Haumeniana bergerak mendekati arah cahaya tersebut untuk melakukan penyergapan atau penangkapan.

Akan tetapi saat akan mendekati OTK tersebut melihat pergerakan Tim Intel Gabungan dan Pos Haumeniana kemudian OTK tersebut melarikan diri kembali ke wilayah Timor Leste.

Sekira Pukul 22.30 Wita, Lettu Laut (KH) Bowo, S.H. (Dantim Satgas Cendana Bais TNI) memerintahkan seluruh anggota untuk berkumpul untuk melaksanakan pengecekan personel dan mengumpulkan Barang Bukti 8 Jerigen minyak tanah sebanyak 240 liter.

Sehingga pada Pukul 23.00 Tim Gabungan beserta Pos Haumeniana kembali ke Pos Haumeniana dan membawa barang bukti tersebut untuk di amankan.

Barang bukti berupa Minyak tanah tersebut diduga akan diselundupkan ke Timor Leste dan diperjualbelikan dengan harga yang tinggi.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 15/DBY memerintahkan jajarannya untuk rutin melaksanakan pengecekan dan lebih ketat lagi.

“Untuk kedepan pengawasan dan patroli di jalan-jalan tikus ilegal guna mengantisipasi kegiatan penyelundupan di wilayah perbatasan, ” Ujarnya.

(Rav)

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews