Diupdate pada 29 September, 2025 7:58
Tayang Senin, (29/09/2025)
Pekanbaru-Borneoindonesianews.com- Kasus keracunan makanan lewat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di negeri ini masih saja terjadi. Bahkan berita-berita miring tentang (MBG) yang banyak berseleweran di jagat maya membuat publik kurang merespon kehadiran (MBG) yang dianggap sering mendatangkan sumber malapetaka.
“Alhamdulillah di Pekanbaru khususnya belum ada kejadian. Kalau pun ada di Riau, itu baru dalam hitungan jari, satu kasus. Jadi kita tidak perlu terlalu khawatir, tapi untuk antisipasinya kita perlu hati-hati,” kata anggota komisi III DPRD Muhammad Sabarudi dikutip dari Riauonline.co.id–jaringan Suara.com, Sabtu (27/9/2025).
Sabarudi menekankan pentingnya pengawasan ketat agar penyelenggara program melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus benar-benar memperhatikan kualitas makanan dengan menu bergizi dengan anak-anak.
“Hal ini penting agar tujuan utama program Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan gizi anak dapat tercapai, penyelenggara diminta lebih safety dan teliti, supaya makanan yang diberikan betul-betul bagus, aman, bergizi, terang Sabarudi.
Dikatakanya lagi, pelaksanaan MBG di Pekanbaru tetap mengacu pada kebijakan pemerintah pusat. Keputusan soal keberlanjutan atau penghentian program sepenuhnya berada di tangan pusat.
“Kita mengikuti arahan dari pusat. Kalau pusat menyetop ya kita ikuti, tapi kalau pusat melanjutkan ya kita lanjut,” jelas Sabarudi.
(Ronggur.G,)
Editor Utama : Robet T.Silun






