Ila : Sederhana dan Pencinta Bunga ” Jago Grafting ” Asal Buton Utara

Diupdate pada 23 Februari, 2026 2:03

Tayang Senin, (23/02/2026)

Buton Utara-Borneoindonesianews.com,-
Perempuan menyukai bunga karena melambangkan keindahan, feminitas, kasih sayang, ketulusan dan kebahagiaan psikologis. Estetika bunga menciptakan suasana nyaman dan menawan. Inilah yang menggerakkan hati perempuan asal Labuan, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara ( Butur ) yang bernama Ila . Dia memilih merawat bunga sebagai aktivitasnya setelah pulang dari kantor untuk melepas lelah.

” bunga bagaikan penghibur disaat badan penat. saya suka semua jenis bunga yang elegan, cantik dan begitu memikat. favorit sejak saya lulus SMA adalah bunga bougenfille. Bunga yang banyak memberikan makna hidup dan merelaksasi pikiran”, Ucap Nakes PNS Wakorut dan alumni STiKeS Nani Hasanudin Makassar tersebut.

Ila menambahkan, hobi menanam dan merawat bunga semakin menguat setelah saya menyelesaikan studi sarjana dan melihat lahan disamping rumah yang cukup luas. Saya kemudian mencoba mencari bibit bunga di wilayah tetangga desa seperti Desa Matalagi, Labajaya dan beberapa jenis bunga membelinya di kota Raha – Kendari.

Tahun 2021, saya menambah berbagai jenis bunga dengan membeli via online. Ini sangat menyenangkan karena banyak tersedia varietas menarik walaupun dengan harga yang cukup mahal dan beresiko mati. Biasanya saya pesan dari wilayah Makassar, Surabaya dan Bogor.

Rutinitas yang melelahkan tapi menyenangkan adalah menghasilkan banyak warna dari bunga bougenville. Teknik yang saya gunakan yakni sambung pucuk ( grafting ). Proses ini memerlukan perjuangan yang sabar : mulai menyiapkan bahan/ alat, pemotongan, penyambungan, pengikatan dan pemeliharaan hinga kambium menyatu ( 2-5 minggu ) termasuk memastikan kantung penutup dilakukan dengan teliti untuk mencegah entres ( batang atas) kering dan meningkatkan keberhasilan penyatuan jaringan.

Saya bersyukur aktvitas merawat bunga didampingi sang suami, anak dan ponakan Asra yang selalu ceria. Setiap hari mengecek beberapa bunga untuk disiram, menyiapkan media tanam, pupuk hinga memotong daun yang mati. Alhamdulillah, khusus grafting sekarang 93 % hasilnya menggembirakan dan berbagai jenis bunga sudah nampak menawan dihalaman rumah dengan kombinasi bunga berwarna cerah yang menyejukkan hati.

Ikhtiar dan kecintaan menanam dan merawat bunga akan terus saya lanjutkan. InsyAllah tdak berhenti belajar teknik penanaman dan perawatan rutin bersama suami meskipun bunganya belum saatnya untuk dijual. Walamo ma’a tano dhiu wunga ne’a fo’omai, ampe nomerawatisi wunga, nomate’imo lalo
” walaupun belum saatnya bunga untuk dijual tapi dengan merawat bunga hati menjadi bahagia “, Tutup perempuan sederhana tersebut.

( Hasran Kasran / Kabiro Buton Utara )

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews