Rudi Halik: Pelayanan Kesehatan Harus Siap Setiap Saat karena Menyangkut Keselamatan Masyarakat

Diupdate pada 10 Juni, 2026 12:34

Tayang Rabu, (10/06/2026)

‎Kubu Raya Kalbar –Borneoindonesianews.com,-Menanggapi klarifikasi yang disampaikan Kepala Puskesmas Korpri terkait keluhan pelayanan farmasi yang sempat terjadi pada saat jam istirahat petugas dan diberitakan di salah satu media, Rudi Halik, salah satu orang tua pasien, turut menyampaikan pandangannya.

‎Kepada awak media, Rudi Halik mengatakan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus selalu menjadi perhatian utama. Menurutnya, pelayanan di fasilitas kesehatan tidak dapat disamakan dengan pelayanan umum lainnya karena berkaitan langsung dengan kondisi kesehatan dan keselamatan warga.

‎”Yang namanya pelayanan kesehatan harus siap karena ini menyangkut keselamatan masyarakat. Kami sebagai orang tua tentu berharap ketika datang berobat dapat memperoleh pelayanan dengan baik dan tepat waktu,” ujarnya.

‎Rudi mengaku menghargai klarifikasi yang telah disampaikan oleh pihak Puskesmas Korpri. Namun demikian, ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang, terutama dalam pelayanan farmasi yang menjadi bagian penting dari proses pengobatan pasien.

‎Menurutnya, perlu adanya pengaturan pelayanan yang tetap menjamin kebutuhan pasien dapat terpenuhi meskipun petugas sedang menjalani jam istirahat harus ada pergantian piket antara waktu Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan pemerintah

Dari sisi undang undang kesehatan tidak ada menjelaskan saat pasien membutuhkan pelayanan maksimal harus menunggu jam istirahat selesai baru akan di layani

‎”Kami berharap ada solusi yang terbaik agar masyarakat yang datang berobat tetap mendapatkan pelayanan yang maksimal. Jangan sampai ada pasien yang harus menunggu terlalu lama ketika membutuhkan obat atau pelayanan kesehatan lainnya,” tambahnya.

‎Editor Utama :Robet T. Silun

Pewarta :Rudi Dewa

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews