Terkait Tambang Batu Andesit Di Kab.Padang Pariaman,H.Ginno Irwan;Investor harus jalankan aturan yang berlaku

Diupdate pada 10 Maret, 2026 4:39

Tayang Selasa, (10/03/2026)

Padang-Borneoindonesianews.com,-Anggota komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat H.Gino Irwan menerima audiensi Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia(PBHI) Sumatera Barat di ruang khusus DPRD Provinsi Sumbar, di Padang, Senin, 9 Maret 2026.

Dalam audensi yang terkait tambang batu andesit di kabupaten padang pariaman tersebut H.Ginno Irwan yang juga sekretaris fraksi demokrat DPRD sumbar mengatakan akan menindak lanjuti aspirasi yang disampaikan dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencarikan solusi nya

“Kita akan koordinasikan untuk tinjau ulang, kalau ada diskriminasi dan kita akan tindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” ujar Gino Irwan

Menurut Gino Irwan, pihaknya selaku wakil rakyat memiliki kewenangan sesuai aturan yang berlaku, oleh karena itu, pihaknya pasti tindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.

“Kita tidak ingin persoalan menjadi berlarut- larut, karena idealnya masalah pasti ada solusi. Pihak masyarakat, pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi dan Investor harus menjalankan aturan dan peraturan yang berlaku,” ujarnya

Salah seorang peserta audiensi mengatakan, pihaknya jauh- jauh sebelum usaha pertambangan itu dilakukan, pihaknya telah merasa tidak dilibatkan.

“Kita sengaja menyampaikan aspirasi soal tambang Andesit di Padang Pariaman, karena menimbulkan keresahan perempuan khususnya di Padang Pariaman, ” ujar salah seorang peserta audiensi

Menurutnya, Warga Nagari Kasang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, memprotes aktivitas tambang batu andesit PT Dayan Bumi Artha karena khawatir meningkatkan risiko longsor, banjir, dan kerusakan sumber air di kawasan daerah aliran sungai(DAS) Batang Anai.

“Kami perempuan diminta berikan tanda tangan diawalnya dijanjikan akan diberi fasilitas air bersih, tetapi setelah berjalan waktu terungkap tanda tangan kami disalahgunakan,” ujarnya sembari menambahkan kami datang kesini saja, dapat ancaman. Kami minta hentikan tambang andesit di Kasang,” ujarnya mengakhiri.

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews