Diupdate pada 23 Maret, 2026 8:45
Tayang Senin, (23/03/2026)
Cirebon-Borneoindonesianews.com,- Keraton Kacirebonan Kembali menggelar kegiatan open house tahunan pada Minggu, 22 Maret 2026. Acara yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB ini berlangsung dalam suasana sederhana, namun tetap menghadirkan kehangatan dan kebersamaan yang kuat.
Sejumlah keluarga besar keraton dan tamu undangan dari berbagai kalangan hadir dalam kegiatan tersebut. Meski tidak terlihat kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jalannya acara tetap berlangsung khidmat dan penuh keakraban.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan singkat, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Sultan Kacirebonan, Sultan Abdul Gani Natadiningrat. Dalam suasana yang tenang, beliau sekaligus memimpin doa, mengajak para tamu untuk mempererat silaturahmi dan menjaga nilai kebersamaan.
Sepanjang acara, alunan musik gamelan khas keraton mengiringi suasana. Denting nada tradisional yang lembut menambah nuansa damai dan membuat suasana terasa lebih hidup.
Setelah doa bersama, para tamu yang hadir saling bersalaman dengan Sultan dan keluarga keraton. Suasana terasa akrab tanpa batas, dipenuhi senyum dan sapaan hangat antar sesama.
Hidangan khas Cirebon seperti nasi lengko turut disajikan dan dinikmati bersama. Menu sederhana ini justru menjadi simbol kebersamaan, memperlihatkan bahwa nilai tradisi tidak selalu diukur dari kemewahan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi momen kebersamaan. Tawa dan canda dari para tamu semakin menambah kehangatan suasana siang itu.
Tidak hanya itu, acara juga dimeriahkan dengan pembacaan macapat Cirebon oleh keluarga besar Papi Tanto. Tembang tradisional yang diiringi gamelan menghadirkan suasana budaya yang kental serta menjadi wujud pelestarian warisan leluhur.
Dari pantauan di lokasi, sejumlah wisatawan turut hadir untuk menyaksikan langsung kegiatan tersebut, termasuk pengunjung dari Jepang dan Inggris. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa tradisi keraton masih memiliki daya tarik hingga ke mancanegara. Selain itu, keluarga besar keraton dari luar kota juga tampak hadir dan ikut meramaikan acara.
Open house ini menjadi agenda rutin tahunan yang selalu dinantikan. Meski digelar tanpa kemeriahan berlebihan dan tanpa kehadiran pejabat, kegiatan ini tetap meninggalkan kesan mendalam.
Kesederhanaan yang ditampilkan justru memperkuat nilai utama dari acara ini, yakni kebersamaan, kehangatan, dan ketulusan. Sebuah gambaran bahwa tradisi akan tetap hidup selama dijaga dengan hati.
( Raden Prawira )
Editor Utama : Robet T. Silun






