Diupdate pada 15 Juni, 2026 9:41
Tayang Senin, (15/06/2026)
Pontianak Kalbar–Borneoindonesianews.com,-Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Kalimantan Barat, H. Daniel Edward Tangkau, S.H., CLA, melontarkan kecaman keras terhadap dugaan praktik korupsi yang menyeret sejumlah pihak dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam keterangan Pers kepada awak media di Pontianak, Sabtu (13/6), Daniel mengaku sangat kecewa terhadap oknum-oknum yang diduga terlibat dalam penyimpangan program yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
“Saya selaku Ketua IKADIN Provinsi Kalimantan Barat dan Ketua Forum Nusantara Kalbar sangat kecewa. Program MBG ini sangat baik untuk seluruh anak didik di Indonesia, tetapi justru dikerjakan oleh orang-orang yang tidak amanah. Kalau benar ada korupsi, ini perbuatan yang sangat jelek dan tidak bisa dikasih ampun,” tegasnya.
Menurut Daniel, program MBG sejatinya merupakan langkah strategis pemerintah untuk menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. Namun berbagai laporan mengenai kualitas makanan yang tidak layak, dugaan makanan basi hingga kasus keracunan membuat kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut terganggu.
“Sudah banyak komentar masyarakat. Ada makanan yang datang tidak maksimal, tidak baik, bahkan ada yang diduga basi dan menyebabkan keracunan. Ini harus menjadi perhatian serius dan perlu pengawasan yang ketat,” ujarnya.
Daniel juga menyampaikan apresiasinya kepada aparat penegak hukum dalam hal ini. kejaksaan agung yang telah mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyimpangan program MBG tersebut.
“Saya bersyukur aparat penegak hukum bertindak dan Kasus seperti ini harus diusut tuntas sampai ke pengadilan. Masyarakat ingin melihat keadilan ditegakkan dan pelaku dihukum berat agar menjadi efek jera,” katanya.
Lebih lanjut, Daniel meminta adanya evaluasi total terhadap pengelolaan program MBG, termasuk di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN), agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kalau memang ada oknum yang tidak bekerja untuk kepentingan rakyat, harus diganti dengan orang-orang yang amanah dan profesional. Program ini menyangkut masa depan anak-anak Indonesia. Jangan sampai ada lagi dugaan dapur fiktif, penyaluran yang tidak tepat, atau penyalahgunaan anggaran,” tegasnya.
Ia juga menitipkan pesan kepada jajaran pengelola program MBG yang baru agar lebih aktif melakukan pengawasan langsung ke lapangan.
“Kepada pimpinan yang baru, bekerjalah sesuai amanah. Lakukan kontrol ke lapangan, pastikan semua berjalan sesuai aturan dan jangan sampai ada penyimpangan yang merugikan masyarakat,” pungkas Daniel.
Pernyataan tersebut menambah sorotan publik terhadap pengelolaan program MBG yang selama ini diharapkan menjadi solusi peningkatan gizi bagi jutaan anak Indonesia. Masyarakat kini menanti langkah konkret pemerintah untuk memperkuat pengawasan serta memastikan setiap anggaran yang digelontorkan benar-benar sampai kepada penerima manfaat.,
Pungkasnya.”
Editor Utama : Robet T. Silun
Pewarta: Rudi Dewa






