MBG Kabupaten Karo disuarakan untuk ” TUTUP “

Diupdate pada 8 September, 2026 11:14

Tayang Selasa, (08/09/2026)

Kabanjahe-Borneoindonesianews.com,-Desakan dan teriakan tutup MBG menggema di gedung DPRD Karo. “Tutup MBG,” teriak orangtua siswa yang jadi korban keracunan MBG di Berastagi. Desakan ini mereka sampaikan saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang rapat DPRD Karo, Senin (7/9).

Orang tua siswa yang didominasi ibu rumah tangga itu mengaku tak butuh program MBG untuk memberi makan anak-anak mereka. “Kami juga mampu bekerja keras untuk memberi makan anak kami. MBG ini yang justru akan membunuh anak kami,” teriak mereka.

Desakan penutupan MBG juga diutarakan Anggota DPRD Karo dari Fraksi PDI Perjuangan, Lusia Sukatendel. Ia menyoroti dan menyesalkan penyataan pihak-pihak yang terkesan lari dari tanggungjawab. Baik SPPG Sempa Jaya, BGN, Dinas Kesehatan Karo.

“Banyak dokter-dokter hebat di Tanah Karo ini, kenapa Dinas Kesehatan tidak bisa mendiagnosa penyakit yang ditimbulkan hingga korban bolak balik ke rumah sakit,” kesalnya. Lusia juga menyesalkan program dan tata kelola MBG yang amburadul. Padahal banyak anggaran yang dipotong untuk program ini. Namun hasilnya justru menyebabkan ribuan generasi penerus bangsa keracunan.

“Tutup saja MBG ini,” tegas Lusia yang diikuti teriakan tutup dari para peserta rapat. Untuk itu, Lusia mendesak Dinas Kesehatan bertanggung jawab memastikan para siswa mendapat perawatan medis hingga sembuh total. BGN juga harus bertanggung jawab memberi kompensasi kepada para siswa, baik dari pemulihan mental dan kelanjutan persekolahnnya. Bukan itu saja, BGN juga harus didesak memberikan kompensasi ganti rugi pada para orangtua korban yang hampir sebulan tak bekerja untuk mengurus anak-anak mereka.

( Edy )

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews