Lapas Pasir Pengaraian dan GBIS Kasih Karunia Wujudkan Pembinaan Kerohanian Berkelanjutan

Diupdate pada 9 September, 2026 10:34

Tayang Rabu, (09/09/2026)

Pasir Pengaraian-Borneoindonesianews.com-Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pengaraian terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan. Kali ini fokusnya pada aspek kerohanian melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Gereja Bethel Indonesia GBIS Jemaat Kasih Karunia pada Rabu, 9 September 2026.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mendukung pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan beragama Kristen. Melalui sinergi tersebut, Lapas Pasir Pengaraian dan GBIS Jemaat Kasih Karunia berkomitmen memberikan pembinaan yang dapat membantu Warga Binaan meningkatkan nilai keimanan, moral, dan kepribadian selama menjalani masa pembinaan.

Penandatanganan MoU dihadiri oleh PDM Erlina Waty Sirait dari pihak GBIS. Dari Lapas Pasir Pengaraian hadir Kepala Lapas Efendi P. Purba, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja Binadik dan Giatja Andi Rahman, serta Kepala Sub Seksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan Registrasi dan Bimkemas Ega Saputra.

Kalapas Pasir Pengaraian, Efendi P. Purba, menyampaikan kerja sama ini penting untuk memperkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan.

“Pembinaan kerohanian merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. Melalui kerja sama dengan GBIS Jemaat Kasih Karunia, kami berharap Warga Binaan beragama Kristen dapat memperoleh pembinaan keagamaan secara berkelanjutan. Sehingga dapat meningkatkan keimanan, membentuk karakter yang lebih baik, serta menjadi bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” ujar Efendi.

Senada dengan itu, Kasi Binadik dan Giatja Lapas Pasir Pengaraian, Andi Rahman, mengatakan pembinaan kepribadian tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku di dalam Lapas, tetapi juga mempersiapkan Warga Binaan untuk kembali ke kehidupan bermasyarakat.

“Pembinaan kerohanian menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun kesadaran dan karakter Warga Binaan. Dengan adanya sinergi bersama GBIS Jemaat Kasih Karunia, kami berharap kegiatan pembinaan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif, khususnya dalam membangun sikap, moral, dan keimanan,” ungkap Andi Rahman.

Melalui MoU ini, Lapas Pasir Pengaraian berharap sinergi dengan GBIS Jemaat Kasih Karunia dapat terus terjalin secara berkesinambungan. Kerja sama tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya pembinaan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada perubahan positif bagi seluruh Warga Binaan sesuai agama dan keyakinan masing-masing.

Langkah ini juga menjadi wujud komitmen Lapas Pasir Pengaraian dalam menghadirkan program pembinaan yang menyentuh aspek kepribadian dan spiritual sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial Warga Binaan.

(humas)

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews