Diupdate pada 2 Oktober, 2026 9:50
Tayang Jum’at, (02/10/2026)
ROKAN HULU-Borneoindonesianews.com,- Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Bupati Rokan Hulu, Kamis (1/10/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM, bertindak sebagai inspektur upacara. Perwira Upacara dijabat Kepala Badan Kesbangpol Rokan Hulu, sementara pemimpin upacara yakni Kepala Bagian Hukum Setda Rokan Hulu H. Erinaldi. Ikrar Hari Kesaktian Pancasila dibacakan Pj. Sekda Rokan Hulu H. Yusmar.
Upacara tersebut diikuti Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Rokan Hulu, serta pelajar tingkat SMA.
Bupati Rohul Anton mengajak seluruh peserta upacara untuk terus memperkokoh persatuan dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurutnya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak semata menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut menjadi pengingat terhadap sejarah perjuangan bangsa serta pengorbanan para Pahlawan Revolusi dalam mempertahankan ideologi negara.
“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan dan pengorbanan para Pahlawan Revolusi,” ujar Anton dalam amanatnya.
Ia menegaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Sebagai aparatur negara dan bagian dari masyarakat Rokan Hulu, kita wajib menjadikan Pancasila sebagai fondasi utama dalam merawat persatuan, memperkokoh kebersamaan, dan melangkah bersama menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” katanya.
Bupati berharap semangat Hari Kesaktian Pancasila tidak berhenti pada pelaksanaan upacara, tetapi tercermin melalui sikap, tindakan, serta pelayanan kepada masyarakat. Nilai persatuan dan gotong royong dinilai penting untuk terus dipelihara dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Editor Utama : Robet T. Silun






