Bupati Seruyan Sebut Tengkulak Nakal Masih Berkeliaran

Diupdate pada 15 April, 2025 8:26

Tayang Selasa, (15/04/2025)

Kuala Pembuang -Borneoindonsianews.com – Problematika disektor pertanian khususnya komoditi padi di wilayah Kabupaten Seruyan menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah daerah setempat.

Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menyebut, hingga saat ini keberadaan para tengkulak nakal masih berkeliaran dengan memainkan harga padi ditingkat para petani.

“Beberapa waktu lalu, saat kita melakukan sosialisasi kampanye ke desa-desa, itu terkait pemasaran atau jual beli komoditi padi masih dikendalikan oleh tengkulak, khususnya pada sektor kawasan hilir Seruyan. Dimana pada malam hari, lima hingga enam unit truk mengangkut padi dari petani untuk selanjutnya dibawa keluar daerah,” kata Selanorwanda di kantornya, Selasa (15/4/2025).

Bahkan lanjut bupati, harga jual ditingkat tengkulak itu sangat murah, sehingga tidak banyak memberikan keuntungan bagi petani.

“Itu ada yang perkilonya cuma dihargai sebesar Rp4.500 hingga Rp.5.500,” ucapnya.

Guna mengatasi persoalan permainan harga ditingkat petani oleh para tengkulak tersebut, Bupati Seruyan berencana akan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang nanti akan memfasilitasi para petani dalam menjual hasil panen dengan harga yang layak.

“Opsinya kita dirikan BUMD guna memberikan wadah bagi petani dalam hal melakukan pemasasaran hasil panen mereka. Sehingga keuntungan dapat dirasakan petani, sembari mereka juga turut dapat berbisnis dibidang petanian,” ungkapnya.

Melalui BUMD tersebut, pemerintah daerah akan berupaya memfasilitasi termasuk pembentukan perusahaan yang akan menangani terkait pemasaran.

(Par/Rij).

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews