Diupdate pada 14 Mei, 2025 8:28
Tayang Rabu, (14/05/2025)
Timor Tengah Selatan-Borneoindonesianews.com,- Akibat tanah bergerak, sebanyak 48 Kepala Keluarga ( KK) di RT. 11 dan RT 12 dusun C Oemolo, Desa Oele’u Kecamatan Toianas Kabupaten Timor Tengah Selatan -Provinsi NTT, terpaksa harus di evakuasi ke rumah warga setempat, pasca bencana tanah longsor menimpa wilayah itu, pada Sabtu (09/05/2025)
Peristiwa bencana alam yang bercampur tangis ini mengakibatkan 3 unit rumah warga rusak berat, 14 unit rumah rusak sedang dan lainnya rusak ringan, hingga saat ini warga berdampak longsor sebagian menginap di tenda darurat yang di bangun pemkab TTS, sedangkan yang lainnya sementara menginap di rumah warga setempat
Hal ini, membuat Pemerintah Kabupaten TTS yang dipimpin langsung Bupati dan Wakil Bupati TTS Eduard Markus Lioe dan Jhony Army Konay, beserta sejumlah pejabat teras Daerah, Senin (12/05/2025) terjun langsung di lokasi kejadian dan meninjau sekaligus menyerahkan bantuan sosial berupa beras 10 kilo gram, minyak goreng 1 liter dan susu Dancow 12 bungkus per kepala keluarga.
Setelah melakukan tinjauan, Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, mengatakan Pemkab TTS bakal relokasi warga korban bencana ke lokasi yang lebih aman setelah lahan 2 hektar yang bakal diserahkan oleh seorang warga setempat kepada para korban bencana
“Jadi tadi itu kita sudah sama-sama menyaksikan ada 48 KK yang akan dipindahkan dari lokasi itu. Ada masyarakat yang bersedia memberikan lahannya seluas dua hektar untuk 48 KK itu,” ungkap Bupati TTS
Ia mengatakan lahan 2 hektar itu selanjutnya akan di koordinasikan secara intens antara pemerintah desa beserta camat Toianas dengan pemilik lahan agar memperhatikan legalitasnya sebelum merelokasi warga berdampak longsor
“Tindak lanjut dari lahan yang akan diberikan oleh masyarakat, dalam hal ini Bapak Lopo, nantinya statusnya harus diperjelas dulu. Kalau sudah jelas, maka camat dan desa akan melapor ke bupati dan wakil bupati untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.
Apabila status lahan telah sah dan proses relokasi berjalan, pemerintah melalui Dinas Sosial akan mendukung pembangunan tempat tinggal yang baru, dengan memanfaatkan material yang masih bisa digunakan dari rumah lama para korban.
“Kalau bahan-nya masih bisa dipakai lagi, maka akan digunakan. Sedangkan yang tidak bisa dipakai lagi, pemerintah akan melihat dari sisi Dinas Sosial apakah bisa diprogramkan bantuan’ tambah Bupati Buce.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak kembali ke lokasi bencana, lantaran potensi longsor susulan diduga bakal terjadi ketika intensitas curah hujan semakin tinggi, Pemkab TTS juga rencana untuk membangun drainase agar mencegah bencana alam yang akan terjadi
“Dengan demikian masyarakat diharapkan tidak kembali dan tinggal lagi di lokasi itu. Ini adalah langkah awal kita datang dan sekaligus memberikan bantuan” tutupnya.
Kepala Desa Oele’u, Yonohrin Mellu, mengatakan pihaknya bakal bersama camat Toianas untuk membangun koordinasi dengan para korban agar proses relokasi bisa lebih cepat.
“Besok nanti saya dengan bapak camat akan kembali berkordinasi dengan masyarakat, untuk berdiskusi dengan mereka supaya secepatnya proses relokasi bisa dilakukan, janji Mellu.
Sementara itu, Camat Toianas, Zakarias Nenometa, SE, mengatakan lokasi 2 hektar yang diserahkan warga setempat sudah tersedia dan untuk sementara pihaknya tengah mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan
“Luasnya 2 hektar. Jadi nanti kami akan segera lakukan sosialisasi dengan para korban sambil mempersiapkan dokumen. Selanjutnya kami akan segera berkordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk ditindaklanjuti,” ungkap Zakarias.
(Frid-Biro Kabupaten TTS).
Editor Utama : Robet T. Silun.






