Fadli Zon Kunjungi Keraton Kasepuhan, Buka Jalan Baru dan Dorong Kebangkitan Seni Cirebon

Diupdate pada 6 April, 2026 7:27

Tayang Senin, (06/04/2026)

Cirebon-Borneoindonesianews.com., – Di tengah hiruk pikuk perkembangan kota, ada satu ruang yang diam-diam menyimpan banyak cerita. Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang, yang dulu ramai oleh tepuk tangan dan pertunjukan, kini kembali dilirik untuk dihidupkan.

Kunjungan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., ke gedung ini Pada Jumat (3/4/2026) seakan menjadi angin segar bagi para pelaku seni di Kota Cirebon. Ia datang bukan sekadar melihat bangunan, tapi juga menangkap potensi besar yang masih tersimpan di dalamnya.
Gedung ini bukan hanya soal tembok dan panggung. Di sinilah berbagai ekspresi seni pernah tumbuh dari tradisional hingga modern.

Banyak seniman pernah menorehkan jejaknya, menjadikan tempat ini bagian dari perjalanan budaya Cirebon.

Dalam kunjungannya, Fadli Zon menegaskan bahwa ruang seperti ini tidak boleh dibiarkan mati. Menurutnya, Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang bisa kembali menjadi “rumah” bagi para seniman, sekaligus ruang terbuka bagi masyarakat untuk menikmati dan terlibat dalam kegiatan budaya.
Ia membayangkan gedung ini sebagai pusat aktivitas seni yang hidup tempat berkumpulnya ide, kreativitas, dan kolaborasi lintas generasi. Tidak hanya diperbaiki secara fisik, tapi juga dihidupkan dengan berbagai kegiatan yang berkelanjutan.

Rencana revitalisasi pun mulai mengemuka. Kondisi bangunan yang masih cukup baik menjadi modal awal. Ke depan, pembenahan akan difokuskan pada penataan ruang, tampilan, hingga lingkungan sekitar agar lebih nyaman dan mendukung aktivitas seni.

Tak hanya pemerintah pusat, keterlibatan berbagai pihak juga diharapkan. Mulai dari pemerintah daerah hingga swasta, semua didorong untuk ikut ambil bagian agar gedung ini benar-benar kembali hidup.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyambut kunjungan ini dengan penuh harapan. Baginya, ini adalah momentum penting untuk mengangkat kembali aset budaya yang sempat terabaikan.
Ia berharap, Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang bisa kembali menjadi ruang berkumpul bagi generasi muda, tempat mereka mengekspresikan diri, sekaligus belajar mencintai budaya sendiri.

Lebih dari sekadar renovasi, upaya ini juga tentang menghidupkan kembali semangat. Tentang menghadirkan ruang yang mempertemukan tradisi dan inovasi dalam satu panggung yang sama.
Kini, harapan itu mulai tumbuh. Dari gedung lama yang nyaris terlupa, Cirebon perlahan menata masa depan budayanya kembali.

(Hans)

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews