Diupdate pada 16 Oktober, 2025 7:45
Tayang Kamis, (16/10/2025)
Bangka Selatan-Borneoindonesianews.com,- Kabar yang mengejutkan dari Pemerintahan Kabupaten ( Pemkab ) Bangka Selatan, ada delapan ASN Eselon II yang mundur serentak, sampai 6 orang, yang bulan sebelumnya 2 orang, jadi total 8 orang.
Atas kejadian ini salah satu Ketua organisasi kepemudaan yang ada di Bangka Selatan sekaligus mewakili masyarakat Bangka Selatan menyoroti hal ini.
Setelah 8 ASN Eselon II mundur, saat ini dijabat oleh plt, akhirnya menjadi tanda tanya besar dari masyarakat Bangka Selatan.
” Mundur atau di skenario untuk mundur, lalu diisi plt yang setiap saat bisa diganti tanpa harus ijin BKN, atau jangan – jangan ada niat terselubung untuk intimidasi jabatan ?,” kata Ketua Komunitas Penuh Inspirasi, Abi Abdillah, saat di jumpai di kediamannya, Rabu ( 15/10/25 )
Menurut ia dengan 6 orang kepala Dinas yang mundur menjadi tanda tanya yang besar.
” Kami yakin, enam kadin yang mundur dan 2 orang ASN Eselon II yang mundur bukan karena ada kesalahan, karena Jabatan itu amanah, bukan tameng. Ketika suasana kerja mulai menjauh dari nilai profesionalitas dan kejujuran, langkah terbaik adalah menjaga diri agar tetap lurus,” lanjut ia
” Semoga Bangka Selatan tetap maju dengan birokrasi yang sehat dan penuh keteladanan,” harapnya.
Ia juga menambahkan ASN harus bekerja dengan rasa aman, bukan rasa takut. Loyalitas ASN seharusnya kepada masyarakat dan tugas, bukan kepada kepentingan pribadi siapa pun, jika ini terjadi maka mundur itu menjadi pilihan terbaik.
“Ayo BKN, Ombusdmen, KASN dan DPRD Kabupaten Bangka Selatan panggil 8 orang yang mundur ini, diklarifikasi ada apa ? Kok bisa semudah itu mereka mundur, bukankah kalau mundur itu juga pakai prosedur, sudahkah mekanisme kepegawaian dijalankan ? Atau justru jangan-jangan ada rekayasa administrasi,” ucap Abi
” Ayo 8 orang ini, kenapa kau takut, ayo ungkapkan apa yang terjadi ? Kami masyarakat berhak tahu, karena lelang jabatan pakai duit rakyat, kalian belum sampai 2 tahun menjabat,” tutupnya.
(tim)
Editor Utama : Robet T. Silun






