Diupdate pada 14 Agustus, 2025 5:48
Tayang Kamis, (14/08/2025)
Aceh Barat-Borneoindonesianews.com,-Dentuman semangat kemerdekaan menggema di langit Aceh Barat, Kamis pagi (14/8), ketika ribuan pelajar dari berbagai sekolah menyeruak ke jalanan, membawa merah putih di dada dan semangat Indonesia dalam langkah kaki mereka.
Dalam nuansa yang sarat makna, pawai akbar pelajar mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di kabupaten tersebut.
Sebanyak 1.300 siswa dari 36 sekolah – dari tingkat SD hingga SMA membanjiri rute utama kota Meulaboh, menampilkan derap langkah yang kompak, yel-yel membakar semangat, dan beragam atraksi budaya yang menyentuh hati.
Tak sekadar barisan, mereka membawa pesan, bahwa semangat kemerdekaan masih menyala, bahkan membara, di dada generasi penerus bangsa.
Pawai dilepas secara resmi oleh Sekretaris Daerah Aceh Barat, yang mewakili Bupati. Dengan kibaran bendera Merah Putih dan teriakan “Merdeka!” yang membelah udara pagi.
Para peserta memulai perjalanan panjang mengelilingi area kota meulaboh sebagai simbol penghormatan atas jasa para pahlawan yang telah gugur demi negeri.
“Ini bukan sekadar pawai. Ini adalah bukti bahwa kami masih ingat, kami masih peduli, dan kami siap menjaga Indonesia,” ujar salah satu peserta dari jenjang SMA dengan mata yang berbinar, sembari memegang erat bendera kecil di tangannya.
Tak hanya masyarakat yang larut dalam euforia, aparat keamanan dari Satlantas Polres Aceh Barat turut memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib. Jalanan disterilkan, rute dikawal ketat, dan setiap sudut dijaga demi kelancaran perayaan sakral ini.
Aceh Barat tak hanya memperingati kemerdekaan. Namun merayakan sebuah harapan dan janji yang diwariskan 80 tahun lalu, bahwa negeri ini akan selalu dijaga oleh generasi muda yang siap berdiri paling depan.
Dalam semangat yang menggelora, langit Aceh Barat seakan ikut bersaksi: Indonesia belum usai. Merdeka belum selesai. Dan selama masih ada langkah-langkah kecil yang berani menapak di atas tanah ini, semangat perjuangan akan terus hidup, dalam pawai, dalam doa, dalam setiap detak nadi rakyatnya.
(Ismail)
Editor Utama : Robet T. Silun






