Diupdate pada 9 September, 2025 8:37
Tayang Selasa, (09/09/2025)
Jiken, Sidoarjo-Borneoindonesianews.com,-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKNT) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) Kelompok 6 yang sedang melaksanakan pengabdian di Desa Jiken, Kecamatan Tulangan, menunjukkan kinerja nyata melalui salah satu program unggulan mereka, yaitu Program Ketahanan Pangan Keluarga. Dalam waktu dua minggu, program tersebut berhasil dieksekusi dan hasilnya diserahkan langsung kepada warga sebagai bentuk kontribusi nyata dalam upaya membangun ketahanan pangan lokal.
Program ini menjadi bukti bahwa ide-ide inovatif mahasiswa dapat diimplementasikan secara cepat dan tepat sasaran dengan dukungan kolaboratif antara mahasiswa, warga, dan pemerintah desa.
Program Ketahanan Pangan: Inovasi dari Lahan Kosong Menjadi Lahan Produktif
Program ini berfokus pada pemanfaatan lahan-lahan kosong di sekitar pekarangan rumah warga menjadi kebun pangan produktif yang ditanami berbagai tanaman konsumsi dan tanaman obat keluarga (TOGA). Mahasiswa tidak hanya memberikan bibit, tetapi juga mendampingi warga secara langsung mulai dari proses pembibitan, penanaman, perawatan, hingga monitoring pertumbuhan tanaman.
Jenis tanaman yang ditanam meliputi kangkung, bayam, tomat, cabai, kunyit, jahe, serai, dan daun sirih. Dalam waktu singkat, beberapa kebun telah menunjukkan perkembangan yang signifikan, bahkan sebagian warga telah mulai melakukan panen tahap awal.
Penyerahan Hasil Program dan Edukasi Lanjutan
Kegiatan serah terima hasil program dilakukan secara simbolis di Balai Desa Jiken dan dihadiri oleh warga, perangkat RT/RW, kepala desa, serta seluruh anggota tim KKNT UMSIDA Kelompok 6. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyerahkan hasil kebun awal, bibit lanjutan, serta modul edukatif yang mencakup:
Panduan teknik menanam dan merawat tanaman
Jadwal penyiraman dan pemupukan
Kalender panen dan pencatatan hasil
Buku saku berjudul “Ketahanan Pangan Keluarga Sederhana”
Selain itu, mahasiswa juga melakukan edukasi lanjutan kepada warga mengenai pentingnya kemandirian pangan rumah tangga serta cara mempertahankan produktivitas tanaman dalam jangka panjang.
Apresiasi dari Warga dan Pemerintah Desa
Program ini mendapat apresiasi tinggi dari warga dan perangkat desa. Kepala Desa Jiken menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan mahasiswa dalam merealisasikan program dengan cepat dan terukur.
“Kami sangat mengapresiasi program ini. Hanya dalam waktu dua minggu sudah terlihat hasilnya. Warga kami jadi lebih sadar akan pentingnya memanfaatkan pekarangan rumah untuk kebutuhan pangan. Harapan kami, program ini terus berlanjut bahkan setelah mahasiswa selesai masa pengabdiannya,” ujar Pak Ngatari.
Warga juga memberikan respon positif terhadap kegiatan ini. Mereka merasa terbantu, terutama dalam hal penyediaan bibit, pengetahuan tanam, dan motivasi untuk mengelola lahan pribadi secara lebih produktif.
Dampak Nyata, Harapan Berkelanjutan
Program ketahanan pangan ini tidak hanya memberi dampak secara fisik berupa lahan produktif, tetapi juga memberikan dampak sosial dan edukatif bagi masyarakat. Dengan pendekatan yang partisipatif, mahasiswa KKNT UMSIDA berhasil menumbuhkan semangat kemandirian dan kesadaran lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan.
Mahasiswa berharap bahwa kebun-kebun kecil yang telah mereka bantu bangun akan terus berkembang dan menjadi bagian dari budaya hidup sehat warga Desa Jiken. Selain itu, mereka juga mendorong agar program ini dapat dijadikan percontohan oleh desa lain dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis komunitas.
Editor Utama : Robet T. Silun






