Diupdate pada 9 Juli, 2026 2:33
Tayang Kamis, (09/07/2026)
Kubu Raya –Borneoindonesianews.com,-Gelombang kekecewaan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir di wilayah Kalimantan Barat akhirnya memuncak. Ratusan massa yang tergabung dalam Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Jalan Adisucipto KM 7, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Rabu (8/7/2026) sore.
Di tengah tensi massa yang memanas akibat lumpuhnya roda ekonomi, aparat kepolisian dari Polres Kubu Raya bersama unsur TNI menerapkan strategi pengamanan yang simpatik dan humanis, memastikan aspirasi warga tersampaikan tanpa menodai ketertiban umum.
Aksi bermula sekitar pukul 15.05 WIB, sekitar 200 massa BPM Kalbar tiba di lokasi. Di bawah komando Ketua Umum BPM DPP Provinsi Kalbar, Gusti Edy, massa langsung melancarkan orasi tajam yang menyuarakan jeritan hati para pelaku usaha dan warga yang dirugikan oleh performa lini bisnis pelat merah tersebut.
Empat Tuntutan Krusial dan Desakan Evaluasi Total
Dalam orasinya, BPM Kalbar membawa empat poin tuntutan utama yang dinilai sebagai harga mati demi memulihkan hak-hak konsumen:
Hentikan Pemadaman Brutal: Mendesak pemulihan total pasokan listrik di Kalbar tanpa penundaan.
Jangan Bebani Rakyat: Menolak keras kompromi tarif atas pelayanan yang buruk di tengah merosotnya daya beli masyarakat.
Kompensasi Nyata untuk UMKM dan Warga: Menuntut ganti rugi langsung berupa pembebasan biaya beban, potongan tarif, hingga ganti rugi kerusakan alat elektronik milik warga, pedagang kaki lima (PKL), dan warung kopi.
Jaminan Fasilitas Publik: Memastikan pasokan listrik tanpa gangguan untuk sektor krusial seperti rumah sakit, tempat ibadah, dan instalasi pengolahan air bersih.
Tak hanya itu, massa juga mendesak adanya publikasi terbuka mengenai mekanisme kompensasi pelanggan, evaluasi total terhadap kinerja Manajer Komunikasi PLN UID Kalbar, hingga meminta Pemerintah Pusat mencopot pimpinan PLN Kalbar. Mereka bahkan mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) dan Forkopimda untuk mengusut tuntas penyebab utama karut-marut kelistrikan ini.
Merespons tekanan massa, manajemen PT PLN (Persero) UID Kalbar akhirnya melunak. Perwakilan manajemen menerima para demonstran dan memberikan penjelasan langsung mengenai teknis gangguan kelistrikan, progres percepatan pemulihan sistem, serta transparansi kompensasi yang akan disalurkan kepada pelanggan terdampak.
Sinergi 115 Personel dan Strategi Humanis TNI-Polri
Guna mengawal jalannya aksi agar tetap kondusif, Polres Kubu Raya menerjunkan kekuatan penuh. Pengamanan ketat namun persuasif ini dipimpin langsung oleh Kabagops Polres Kubu Raya AKP Samidi selaku Koordinator Pengamanan.
Sebanyak 115 personel Polres Kubu Raya dikerahkan dengan dukungan penuh dari pemangku kepentingan terkait. Hadir di lokasi jajaran PJU Polres Kubu Raya, Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto, S.Sos., S.H., M.H., Danramil 1207-05 Sungai Raya Kapten Inf. Mokhamad Aji Setya Nusa, serta 20 personel Kodim 1207/Pontianak. Pengamanan juga diperkuat oleh 5 personel Ditpamobvit Polda Kalbar di bawah pimpinan AKP Agus, 15 personel Tim Tanggap Darurat PLN, serta 3 personel PMI Kota Pontianak untuk mengantisipasi situasi darurat medis.
Kabag Ops AKP Samidi melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade, menegaskan bahwa kehadiran TNI dan Polri di tengah-tengah massa aksi murni untuk menjamin hak konstitusional warga negara agar berjalan aman dan tertib.
“Kehadiran personel gabungan TNI-Polri di lapangan bukan untuk menghalangi aspirasi, melainkan untuk menjadi jembatan pengaman agar penyampaian pendapat oleh rekan-rekan BPM Kalbar dapat berjalan secara tertib, damai, dan aman. Kami mengedepankan pendekatan humanis demi menjaga kondusifitas wilayah hukum Kubu Raya,” ujar Ade dalam keterangannya, Rabu malam.
“Kami mengapresiasi kerja sama dari korlap dan massa aksi yang mampu menjaga ketertiban selama menyampaikan tuntutan. Di sisi lain, kehadiran kami juga memastikan objek vital nasional seperti Kantor PLN tetap berfungsi memberikan pelayanan, dan alhamdulillah, aksi selesai dalam keadaan aman dan terkendali,” tambahnya menutup statemen.
Editor Utama : Robet T. Silun
Pewarta :Rudi Dewa Korwil Kalbar






