Kisah Seorang Tukang Roti berangkat Umroh ke Tanah Suci.

Diupdate pada 24 Januari, 2024 8:43

Tayang Rabu, (24/01/2024)
Riau-Borneoindonesianewes.com,- Seorang Tukang roti yang bernama Ardiansyah Panjaitan berangkat ke Tanah Suci Makkah beralamat di Desa Kusau Makmur,Kecamatan Tapung Hulu,Kabupaten Kampar,Provinsi Riau, Senin(22/01/2024), Sekira jam 13.00 wib.

Kisah perjalanan hidup beliau sangat panjang yang bermula menjadi seorang karyawan PTPN 5 Kebun Tamora sebagai buruh kasar yakni sebagai penyadap karet.

Hal tersebut tidak la membuat beliau menjadi patah arang,untuk menjadi sukses sesuai dengan surah Al Baqarah Ayat 286 yang berbunyi,”Manjadda wajada artinya siapa bersungguh -sungguh pasti berhasil Kata,”Ardiansyah.

Dari ayat tersebut diatas beliau banting stir dari buruh kasar tenaga penyadap karet, mencoba keberuntungan beralih profesi menjadi tukang roti sekira Desember tahun 2000.

Dengan pengalaman dan modal yang pas-pasan beliau memulai keberuntungan menjadi tukang roti secara manual.Sore di olah pagi di jual dengan menggunakan box dan sepeda motor,dengan sistim keliling kampung,”Papar Ardiansyah.

Seiring berjalannya waktu dan ketertarikan tetangga ada juga yang ikut berjualan roti bersama beliau keliling kampung dan menjadi peluang kerja bagi warga sekitar yang menganggur.Alhamdulillah hasil berjualan roti dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya ,”Ucap Ardiansyah.

Dalam perjalanan sebagai tukang roti membuat beliau harus memutar otak ,semakin lama persaingan semakin ketat,dengan adanya sales roti yang mulai masuk dari Pekan Baru,”Ucap Ardiansyah.

Tetangga yang ikut berjualan roti mulai satu persatu mundur, disebabkan sales roti dari Pekan baru mulai mengacak – acak rute jualan mereka dengan sistim titip roti di kedai -kedai,”Tutur Ardiansyah.

Dengan kondisi demikian terpaksa mengevaluasi kembali mulai dari manejemen serta sistim pengolahan roti yang lebih canggih agar bisa bertahan,”Ucap Ardiansyah.

Dengan dukungan dan kepercayaan yang penuh oleh rekan – rekan baik moral maupun material terjadi sebuah perobahan besar baik manejemen maupun sistim pengolahan roti yang moderen sesuai kebutuhan pasar.

Sasaran utama memutus sistim jual roti keliling menjadi toko roti di kawasan ekonomi yang daya belinya tinggi serta citarasa yang di butuhkan konsumen yakni Kotamadya Dumai.

“Hal tersebut dengan keuletan dan kegigihan serta kejujuran dalam berusaha tak ada yang tak mungkin,terbukti saat ini sudah berdiri di Kotamadya Pekan baru 3 toko roti dengan merek ,”Fahmi Bakery ,”Ucap Ardiansyah .

“Pengalaman ini tidak ada sedikitpun untuk membuat saya sombong, bagi pembaca serta rekan rekan Borneo yang kebetulan saya juga sebagai Wartawan Riau Borneo.Ini hanya motivasi bagi rekan rekan Borneo.

Alhamdulillah dari Tukang roti, saya hari ini bisa umroh dengan keluarga untuk menunaikan ibadah di Tanah suci,”Pungkas Ardiansyah.

(Sekretaris Redaksi /Irwansyah.P).

Editor : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews