Kondisi Infrastrukur Memprihatinkan ,Gerakan Rakyat Pemerhati Jalan Meminta Komisi IV DPRD Provinsi Riau Turun Gunung.

Diupdate pada 26 Agustus, 2024 6:48

Tayang Senin, (26/08/2024)
Kampar-Borneoindonesianews.com,- Kondisi infrastruktur jalan Provinsi simpang Bagan Tujuh – Sontang,Desa Sumber Sari,Kecamatan Tapung Hulu,Kabupaten Kampar,Provinsi Riau,sangat memprihatinkan ,Jum’at (23/08/2024).

Kondisi ini terlihat sepanjang jalan berlobang dan di penuhi genangan air ,apalagi saat ini sedang musim penghujan.

Anehnya lagi ,di tengah tengah jalan tumbuh pohon pisang dengan sangat subur,sementara jalan tersebut merupakan akses utama ke berbagai Desa ,Kecamatan ,bahkan antar kabupaten di Provinsi Riau.

Hal ini menjadi pusat perhatian rakyat pemerhati jalan Bapak Lumban Welly .S,sekaligus Ketua Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Kabupaten Kampar beserta rekan Jurnalis BI sewaktu menyambangi PKS PT MPL di Desa Sumber Sari – Tapung Hulu.

Apakah ini ada hubungan dengan dengan investor yang masuk ke Tapung Hulu berupa Perseroan Terbatas (PT) yang berlomba lomba membuka Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS)tanpa memperhatikan lingkungan,”Ucap Welly .

“Kemana CSR Perseroan Terbatas(PT) Berdasarkan Undang Undang Nomor 40 Tahun 2007?

Hal tersebut sangat erat dengan kerusakan jalan lintas Bagan Tujuh-Sontang,Desa Sumber Sari di duga mobil angkutan CPO, Truk angkutan Inti dan Tronton angkutan TBS yang beroperasi terjadi over load ,”Papar Welly .

Dalam undang undang nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.Yang mengatur berupa sangsi Pidana baik kurungan badan maupun denda uang bagi angkutan yang over load.Tetapi nyatanya masih bebas berkeliaran mengangkut Sumber Daya Alam di Tapung Hulu tanpa ada tindakan dari Aparat Penegak Hukum(APH) untuk menertibkannya,”Papar Welly .S.

Salah seorang warga desa Sumber Sari yang tidak mau di sebut namanya ,sewaktu bertemu Tim rekan Jurnalis menangis sedih dengan kondisi jalan yang memprihatinkan.

Beliau berkata ,”kepada siapa kami rakyat jelata mengadu Pak.Kalau kami buat aksi blokir jalan nanti lawan kami petugas keamanan Negara dan dianggap mengganggu fasilitas umum,”Kata salah seorang warga.

“Untuk itu meminta komisi IV DPRD Provinsi Riau yang membidangi infrastruktur untuk turun ke titik lokasi permasalahan.Hari ini rakyat menunggu Bapak turun gunung untuk mengurai benang kusut permasalah infrastruktur yang tidak pernah selesai di wilayah kabupaten Kampar ,terkhusus di Tapung Hulu,”Pungkas Welly.S.

(Sekretaris Redaksi/Irwansyah.Panjaitan).

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews