Kren, Yusuf Asal Oenokandoli Muna Wisuda Di Jogja , Berkah Juang Ortunya

Diupdate pada 3 Februari, 2026 7:47

Tayang Selasa, (03/02/2026)

Muna-Borneoindonesianews.com,-Setiap orang memiliki kisah juang, tantangan dan ceritanya masing – masing dalam menempuh studi. Perjuangan ini membentuk daya juang ( adversity Quotient ) yang berbeda setiap individu. Hal itu juga dilalui oleh Yusuf pemuda asal Desa Oenokandoli, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna yang menempuh studi di Universitas Ahmad Dahlan ( UAD) Yogyakarta.

Atas kesungguhan, kesabaran, disiplin dan dukungan dari orang tua, Yusuf ahirnya menyelesaikan studi / wisuda pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Sarjana Manajemen.

Yusuf bersama 673 wisudawan dan wisudawati yang dilaksanakan pada tanggal 31/1/2026 di Jogja Expo Center ( JEC ) yang dipimpin langsung Rektor UAD, Prof Dr Muchlis, M.T .

” Kesyukuran yang tak terhingga atas usainya studi saya, ini berkah dari Allah SWT dan perjuangan begitu besar dan ihlas dari orang tua saya. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah demi study saya. Perjuangan hidup di Jogja tidaklah mudah namun saya memegang filosofis warga dari negara Filipina yakni Dapat manatiling matatag sa buhay nang hindi sumusuko ” Hidup harus tetap kokoh berdiri tanpa menyerah apapun tantangannya ” . Wisuda baru awal perjuangan saya, tantangan setelah wisuda justru lebih unik dan kompleks di era industri 4.0 menuju society 5.0 “, ucap Yusuf saat dihubungi Via WhatsApp.

Yusuf menambahkan, menavigasi kehidupan yang serba cepat dan digital dalam berbagai aspek merupakan tantangan baru untuk saya lalui setelah wisuda. Ini lebih sulit dibanding saat perkuliahan namun saya harus teguh menghadapinya untuk meraih cita.

La Siri, ayah dari Yusuf turut bersyukur kepada Allah SWT atas pencapaian gelar Sarjana Manajemen ( S.M ) kepada anaknya. Saya bersama Ibunya hanya memberikan motivasi kepada sang anak bahwa perjuangan setelah wisuda justru lebih berat. InsyAllah, meskipun kami dari keluarga sederhana namun tetap mendukung anak untuk melangkah meraih citanya dimasa depan.

” Harus sabar, raih sebanyak mungkin skill, hadapi tantangan dengan disiplin, hindari arogan, perbanyaklah sahabat namun tetap menjaga sikap dalam bergaul di era yang serba moderen. Pastikan niat pantang menyerah dalam berjuang, itulah pesan yang kami sampaikan tanpa henti kepada sang anak “, tutup eks perantau Malaysia tersebut.

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews