Lapas Pasir Pangarayan Terima Audit Kinerja Itjen Kemenimipas Terkait Overcapacity dan Overcrowding

Diupdate pada 27 Oktober, 2026 7:11

Tayang Selasa, (27/10/2026)

Rokan Hulu-Borneoindonesianews.com-PASIR PANGARAYAN* – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan menerima kunjungan Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam rangka Audit Kinerja atas Penanganan Overcapacity dan Overcrowding, Selasa (27/10/2026).

Audit tersebut dipimpin Pengendali Teknis R. Eri Irawan dan Ketua Tim Firman Septa Firdaus, bersama anggota Tim Inspektorat Jenderal.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, menyambut baik kedatangan tim audit dan menyatakan kesiapan jajarannya mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, audit kinerja merupakan bagian penting untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan, khususnya dalam penanganan permasalahan kapasitas hunian yang menjadi tantangan di berbagai lapas dan rutan.

> “Kami menyambut baik pelaksanaan audit kinerja ini sebagai bentuk evaluasi dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan. Kami berharap melalui kegiatan ini diperoleh masukan dan rekomendasi yang konstruktif untuk meningkatkan kinerja serta mengoptimalkan penanganan overcapacity dan overcrowding di Lapas Pasir Pangarayan,” ujar Efendi P. Purba.

Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen terus mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara profesional, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pelaksanaan audit kinerja ini diharapkan menjadi sarana evaluasi terhadap langkah-langkah penanganan overcapacity dan overcrowding, sekaligus mendorong peningkatan efektivitas tata kelola pemasyarakatan.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Pasir Pangarayan terus berupaya memperkuat komitmen dalam mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang semakin baik, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan.

(Humas Lapas Pasir Pangarayan / BorneoIndonesia)

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews