Mulai September 2026, Pemeliharaan Jalan Poros dan Lingkungan Desa 142 Km Digarap PUPR Rohul

Diupdate pada 2 September, 2026 6:34

Tayang Rabu, (02/09/2026)

ROKAN HULU–Borneoindonesianews.com-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rokan Hulu mulai menjalankan program swakelola pemeliharaan rutin ruas jalan poros dan lingkungan desa Tahun Anggaran 2026. Total panjang jalan yang dipelihara mencapai 142 kilometer (km) yang tersebar di 16 kecamatan.

Pelaksanaan program ini telah dialokasikan dalam APBD Rohul 2026 dan mulai berjalan pada pekan ini di empat wilayah kerja.ujar , zulfikri (1/9/2026)

Selanjutnya “ni merupakan program prioritas Bupati Rohul karena menyangkut akses utama masyarakat, khususnya jalan angkutan produksi,” pungkas,Kepala Dinas PUPR Rohul, H. Zulfikri, S.E..

Cakupan 4 Wilayah dan 16 Kecamatan*

Zulfikri menjelaskan, sasaran program swakelola dibagi ke dalam empat wilayah.

*Wilayah I* meliputi Kecamatan Rambah, Rambah Samo, Rambah Hilir, dan Bangun Purba dengan panjang penanganan 38 km.

*Wilayah II* mencakup Kecamatan Tambusai dan Tambusai Utara sepanjang 38 km.

*Wilayah III* meliputi Kecamatan Kepenuhan, Kepenuhan Hulu, dan Bonai Darussalam sepanjang 33 km.

*Wilayah IV* meliputi Kecamatan Ujung Batu, Rokan IV Koto, Pendalian IV Koto, Kunto Darussalam, Kabun, Tandun, dan Pagaran Tapah Darussalam sepanjang 33 km.

Fokus Jalan Berbasis Tanah dan Base*

Menurutnya, pemeliharaan difokuskan pada jalan berbasis tanah dan base yang selama ini kerap mengalami kerusakan. Penyebab utamanya adalah tingginya curah hujan serta kendaraan angkutan produksi yang melebihi kapasitas tonase jalan.

“Penanganan dilakukan secara merata di setiap wilayah, dengan prioritas pada ruas jalan poros yang rusak dan menghambat kelancaran transportasi masyarakat serta pendistribusian hasil produksi petani,” terangnya.

Zulfikri menambahkan, pemeliharaan jalan kabupaten ini bersifat penanganan sementara. Tujuannya untuk menjaga konektivitas dari desa ke ibu kota kecamatan hingga kabupaten, sekaligus memastikan distribusi hasil pertanian dan perkebunan tetap berjalan lancar dalam kondisi cuaca apa pun.

Usulan Desa dan Peran Masyarakat*

Zulfikri yang akrab disapa Uwo itu meminta aparat desa mengusulkan perbaikan ruas jalan melalui proposal resmi, terutama jalan yang menjadi akses utama perekonomian masyarakat.

“Usulan dari pemerintah desa akan kami seleksi dan diprioritaskan, khususnya untuk titik ruas jalan yang rusak berat dan sangat mengganggu aktivitas produksi,” ujarnya.

Ia juga berharap masyarakat turut berperan aktif menjaga kondisi jalan yang telah dipelihara, dengan menyesuaikan muatan kendaraan TVangkutan produksi sesuai kapasitas jalan, terutama saat musim hujan.

“Peran serta masyarakat sangat penting agar jalan yang dipelihara ini bisa bertahan lebih lama dan tetap fungsional,” imbuhnya akhiri. (EP)

Editor Utama : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews