Pemdes Tumbang Mangkutub Gali PAD dengan Gelar Rakor Pajak dari Sarang Burung Walet

Diupdate pada 2 Oktober, 2023 4:10

Tayang Senin, (02/10/2023)

Kuala Kapuas-Borneoindonesianews.com,- Dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah khususnya di desa Tumbang mangkutub dalam hal pembangunan di wilayah Kecamatan Mantangai menggali pemasukan tersebut melalui sektor pajak yang berasal dari sarang burung walet, dengan melaksanakan rapat koordinasi di Aula Kantor Desa Tumbang Mangkutub, Kecamatan Mantangai,Kabupaten Kapuas, Senin (02/10/2023)

Kepala Desa Tumbang Mangkutub, Suriato mengatakan rapat tersebut membahas pemasukan pendapatan dengan mendorong sektor peternakan dari pajak Sarang Burung Walet.

“Dalam rapat ini kita mengundang pemilik bangunan sarang burung walet yang ada di wilayah desa tumbang mangkutub. Saya menghimbau agar masyarakat di wilayah kita untuk selalu mentaati membayar pajak Sarang Burung Walet dan pajak lainnya,” beber Kades Tumbang Mangkutub, Suriato.

Selain itu, Suriato berterima kasih penggalian pajak dari sarang burung walet ini bisa terlaksana, dimana nantinya akan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah.

“Harapan kami semoga warga di desa dapat memahami. Dan kami berharap ada dorongan dari pihak kecamatan demi pencapaian tujuan ini,” katanya.

Lalu, dengan upaya puluhan pemilik bangunan sarang burung walet di desa setempat akhirnya mau memenuhi kewajibannya membayar pajak sarang burung walet.

Dijelaskannya, sebanyak 46 gedung sarang burung walet yang ada di Desa Tumbang Mangkutup, semuanya sepakat memenuhi kewajibannya membayar pajak sarang burung walet.

“Ada uang pajak yang sudah terkumpul Rp 2,3 juta. Ini baru awal penerapan pajak sarang burung walet dilakukan di Desa Tumbang Mangkutup,” ujar Suriato.

“Masih ada beberapa kendala yang harus ditingkatkan terutama dari nilai yang harus dibayar sebagaimana ketentuan yang ada.

Untuk saat ini kita lakukan edukasi dulu dan menekankan pola kerjasama dengan pihak,” pungkasnya.

(Agus)

Editor : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews