Diupdate pada 19 Maret, 2025 11:59
Tayang Rabu, (19/03/2025)
Puruk Cahu-Borneoindonesianews.com,- Pemerintahan Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah, melaksanakan kegiatan Forum Konsultasi Publik dalam rangka penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Murung Raya Tahun 2025-2029, kegiatan ini dilaksanakan di gedung Pertemuan Umum Tira Tangka Balang, pada Selasa (19/03/2025).
Dalam kesempatan ini Sekretaris Daerah Kabupaten Murung Raya, Hermon, mewakili Bupati dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan RPJMD 2025-2029 merupakan agenda penting dalam menentukan arah pembangunan lima tahun ke depan. “RPJMD ini adalah peta jalan bagi pembangunan Murung Raya ke depan, dengan visi Murung Raya Hebat: Semakin Maju, Semakin Sejahtera. Kami ingin memastikan pembangunan yang inklusif dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tegas Hermon.
Kemudian la menambahkan, RPJMD tidak hanya berfungsi sebagai dokumen perencanaan, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pembangunan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. “Melalui forum ini, kami membuka ruang dialog, sehingga masyarakat dapat ikut berperan aktif dalam merumuskan prioritas pembangunan Murung Raya,” lanjutnya.
“Diharapkan Forum Konsultasi Publik ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, guna menciptakan Murung Raya yang lebih maju dan sejahtera di masa mendatang” tutupnya.
Begitu juga masukan dan saran dari peserta forum akan menjadi bahan penyempurnaan rancangan awal RPJMD sebelum ditetapkan secara resmi. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menyusun dokumen RPJMD secara komprehensif, mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan, pemerataan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Beberapa isu strategis menjadi perhatian utama dalam forum konsultasi tersebut, antara lain peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur yang merata, penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal, serta perlindungan lingkungan hidup dan mitigasi perubahan iklim.
Kegiatan Forum ini turut dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi masyarakat sipil, akademisi, tokoh adat, serta pelaku dunia usaha.
(H.Helmi)
Editor Utama : Robet T. Silun






