Diupdate pada 6 September, 2025 3:41
Tayang Sabtu, (06/09/2025)
Kotawaringin timur-Borneoindonesianews.com,-Kamis, 04/08/2025 sekira jam 11:30 wib kurang lebih 80 warga tergabung dua desa, yaitu desa pelantaran dan desa bukit batu, ikut mengawal pihak perusahaan mau membongkar portal dan jembatan yang dibuat oleh Rudi Hartono dkk
Lahan yang dikuasai mereka selama kurang lebih 3 bulan berjalan sampai saat ini, itu adalah lahan yang disepakati oleh pihak perusahaan dan pemerintah daerah kotawaringin timur resmi dijadikan lahan koperasi Borneo sepakat jaya desa pelantaran, yang perjanjian kemitraan PT sarana prima multiniaga dengan koperasi Borneo sepakat jaya tanggal 9 febuari 2024 ditanda tangani oleh Bapak Bupati kotawaringin timur, H, HALIKINNOR, SH, MM.dikantor PT sarana II,
Di saat warga dan pihak PT mendatangi mereka sekompok yang menguasai lahan dimaksud namun rencana nya gagal karena tidak diperbolehkan kan oleh mereka, di saat berdiskusi, Rudi Hartono mengeluarkan perkataan menantang kalau kalian membongkar portal silahkan tpi langkahi mayat ku dulu tutur nya bah kan ada salah satu orang dari mereka mengucapkan perkataan yang sama.
Warga yang tergabung dari dua desa itu pun hanya diam bukan karena takut, mereka tetap mentaati perintah komando, dan tidak ada satu yang ada membawa senjata tajam, mereka percaya bahwa proses hukum pasti berjalan untuk menemui titik kebenaran nya.
Warga masyakat pelantaran dan bukit batu, yang ikut menjadi anggota koperasi, Borneo sepakat jaya dalam permasalahan ini, mengharapkan agar cepat ditindak tegas, apabila prosesnya berlarut larut takutnya warga tidak dapat lagi menahan diri, maka bisa terjadi kontak pisik antara dua belah pihak.
Karena mereka sudah menguasi dan melakukan panen, selama ini berdampak kepada koperasi dan keanggotaan nya, mereka mengatakan dihadapan warga sebagai ke anggotaan koperasi dan aparat kepolisian mereka akan memanen pada lahan sawit tersebut, ucapan yang dilontarkan oleh Mereka sangat sangat kurang etis, dan menantang, parah nya lagi disaat kami mau balik mereka mengejek memperolok kan kmi tidak menghargai yang tergabung dalam pengawalan tersebut, selain perwakilan dari pimpinan PT, ada pihak kepolisian, kepala desa pelantaran, mantir adat tokoh masyarakat, mereka menyanyikan lagu sepatu gelang terhadap kami seakan akan kami dianggap anak anak SD.
Harapan kami permasahan ini, secepatnya ditangani proses nya oleh pihak kepolisian di polda kalteng agar menghindari hal hal yang tidak di ingin kan yang terjadi.
(Ruspandi)
Editor Utama : Robet T. Silun






