Diupdate pada 13 Juni, 2026 1:01
Tayang Sabtu, (13/06/2026)
MEULABOH-Borneoindonesianews.com-Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Aceh Barat sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-1 pada Jumat, 12 Juni 2026. Mengusung tema “Memperkuat Profesionalisme Pers Digital untuk Menjaga Kredibilitas Informasi dan Mendorong Pembangunan Daerah”, kegiatan yang berlangsung di Adam’s Coffee, Desa Seuneubok, ini berjalan dengan khidmat dan lancar.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Pengurus Wilayah (PW) IWO Aceh, Khairan Mangeng, Ketua PD IWO Aceh Barat, Syamsul Rizal AZM, Sekretaris PD Murni, Ketua Panitia Indra Kirana, Sekretaris Panitia Devi Yulia Murni, Bendahara Panitia Tri Rahmad Ramadhan, A.Md.Gz, serta 12 anggota pengurus IWO setempat.
Dalam wawancara langsung di lokasi acara, Ketua PW IWO Aceh, Khairan Mangeng, menyampaikan bahwa Rakerda ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran yang telah dikirimkan kepada seluruh Pengurus Daerah (PD) di Aceh sejak dua bulan lalu.
“Hari ini agenda PW IWO adalah menghadiri Rakerda pertama di Aceh Barat. Rakerda ini sangat penting karena membahas banyak hal, mulai dari penguatan organisasi hingga program kerja. Ketentuan-ketentuan yang dibahas di sini akan menjadi acuan dan kerangka SOP (Standard Operating Procedure) organisasi ke depan,” ujar Khairan.
Transparansi Finansial: Mekanisme Iuran dan Pendapatan Organisasi
Khairan juga memberikan klarifikasi dan edukasi terkait pengelolaan keuangan internal IWO, khususnya mengenai iuran tahunan anggota sebesar Rp210.000. Ia menegaskan bahwa dana tersebut tidak disetor ke DPW, melainkan langsung ke rekening bendahara Pengurus Pusat (PP).
“Sesuai AD/ART yang berlaku, iuran itu dikirim langsung ke pusat. Nanti, PP yang akan mendistribusikannya kembali ke daerah dengan rincian: 20% untuk PP (Pusat), 30% untuk PW (Wilayah), dan 50% untuk PD (Daerah),” jelasnya.
Selain iuran wajib, Rakerda ini juga membahas potensi pendapatan legal lain untuk organisasi. Salah satunya adalah pemotongan kas organisasi dari dana transportasi penugasan.
“Misalnya ada undangan resmi, lalu ketua memberikan Surat Tugas kepada anggota. Jika ada uang pengganti transportasi dari kegiatan tersebut, kita sepakati dalam Rakerda untuk memotong 10% dari nilai tersebut demi kas dan operasional organisasi,” tambahnya.
Di akhir wawancaranya, Khairan Mangeng menaruh harapan besar agar Rakerda pertama PD IWO Aceh Barat ini melahirkan poin-poin keputusan yang berkualitas demi kemaslahatan bersama. Ia menekankan pentingnya peran jurnalis online sebagai penyeimbang di tengah masyarakat.
“Harapan saya, teman-teman bisa bermusyawarah dengan baik. Hasil yang baik otomatis akan membesarkan organisasi. Imbas positifnya tentu kembali ke masyarakat dan pemerintah. Karena apa? IWO ini hadir sebagai penyeimbang, sebagai ‘mata’, dan sebagai rekan atau mitra strategis pemerintah. Di sisi lain, IWO adalah bagian dari rakyat Indonesia yang harus membela semesta dan menjaga integritas rekan-rekan media,” tutup Khairan.
(Murni IB/Kabiro)
Editor Utama : Robet T. Silun






